Lorong waktu Memori ingatan

0

 254738_232061773589792_1831014426_n

Author             :Thalia (kim ki yeon/ takara miyuki/shiang chen)

Tittle                : -lorong waktu memori ingatan-

Cast                 : kim kibum a.k.a (SHINee), yukitara (you/oc)

summery         : “Jika  yang selama ini kulihat hanya lorong waktu… apakah memori ingatan ini palsu? Atau kah ingatan terkunciku dulu?”

Genre              : mystery, sad, romance, fantasy

Length             : oneshot/Ficlet

Note       : Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

yo!!! miyuki comeback!!! buat baby gwibbon~ ini ff yg q janjiin… hahaha maaf klo gk menghibur atau gk ska… krn q lgi mikirin suami tercinta taemin *apa hubungannya? -_-

baby gwibbon, maaf bgt klo ff miyuki aneh… jga klo buat baby gwibbon bingung. karena emang sengaja miyuki buat ngegantung biar sisanya bisa d hayalkan sendiri hohoho. ff ini di buat dlm waktu dan tempo yg sesingkat-singkatnya hahaha jdi klo gaje maklumin ok ;) baby gwibbon dan para readers yang laen happy reading aja ok^^ satu lgi baby gwibbon!!! poster’a nyusul ok ;)

langsung aja

cekidot>>>>>

“Jika  yang selama ini kulihat hanya lorong waktu… apakah memori ingatan ini palsu? Atau kah ingatan terkunciku dulu?”

-24 juli 2014-

sore tadi, aku mengelilingi kota kecil ini sekedar penghilang penat. sesuatu berhasil menarik perhatianku. membuatku tertegun sesaat. ‘diakah??’ pertanyaan itu yang pertama menghujamku. tapi nyatanya ku tak dapat menjawabnya. semua terasa membeku. sekujur tubuhku yang menegang kian kaku. detak jantung ini terus menyiksaku. tak henti memukul dadaku kian cepat menyisakku. aku hanya memandangnya dari sini, seperti apa yang biasa kulakukan 2 bulan yang lalu. 2 bulan? ya 2 bulan sudah ku tak melihat sosok sempurna itu. dia menghilang, dan sekarang kembali…. ingin kumelangkah mendekat. namun kelat. apa yang harus kulakukan? kala itu aku takut… takut semua hanya mimpi dan terbangun didalam kamarku.

ia, masih tetap sama… rambut cokelatnya menari-nari mengikuti alunan irama yang dimainkan angin sore yang lembut. berdiri disandaran pohon tua nan lebat. lalu fokus membaca buku yang entah apa itu. ia juga masih menggunakan earphone putis susu itu. cara berdirinyapun…. masih sama.tapi hanya satu di kala itu yang membuatku mengerutkan kening ku bingung. kemana perginya gadis yang selama ini ia genggam? ia sendiri. tanpa tangan yang selalu ia genggam, tanpa sosok yang merengek pulang, tanpa sosok yang selama ku pantau selalu berada disisinya, gadis yang juga membuatku penasaran karena tak dapat melihat parasnya dengan jelas. tapi aku yakin gadis itu have same age with me. ia sendiri… lengan putih susunya menganggur. sungguh! ingin sekali ku genggam lengan putih tak kekar namun tegas miliknya. ingin sekali ku tatap mata sayunya dari dekat, walau terkadang hanya 1/1.ooo untukku agar dapat melihat mata sayu itu dari kejauhan. walau hanya dari kejauhan. namun kurasa sudah sangat mengenal mata itu. saat menatapnya perasaan ku selalu mendalam.rindu…

tangan kirinya yang menggenggam buku terlunglai jatuh lemah menggelantung. kenapa? kucoba tangkap kilatan mata sayu itu. tapi sayang … aku gagal. tuhan kumohon bantu aku. berikan aku kekuatan untuk mendekat. redamkan suara detak jantung ini. kutakut malaikat itu mendengarnya.

tes….. tes….. tes…. tetesan air hujan mulai menusukku. tak tahu apakah sugesti atau hayalan semata. aku sudah berada di sampingnya kala itu. sejak kapan? kakiku yang membrontak melangkah sendiri…. atau, sesuatu menarikku kesini? kucoba edarkan pandangan. sepi.. kala itu pula aku sadar… bahwa opsi pertamalah jawabannya. ‘sekarang apa?’ hatiku mendesak bertanya. namun bibirku terkunci. tenggorokanku mengering. tuhan…..

tubuhku kembali menegang. mata sayu itu menatapku sekarang. mata sayu itu seolah menghipnotisku. menghangatkan tubuhku lewat tatapan itu… keteganganku berkurang seiring kehangatan yang menjalari setiap inci tubuhku. mata sayu itu berubah kaku. menjadi mata kucing yang kian tajam metanapku. tajam dan dalam seolah ingin menembusku, key oppa? gumam hatiku. cukup lama ia menatapku. sampai akhirnya sebuah kata yang membuatku terlonjak kaget hingga membelalakkan mataku terdengar di indra pendengaranku. ia bilang….. “kau kembali? sudah…… dapat kembali mengingat ku? yukitara chan.” duniaku berputar hebat. penglihatanku samar. pusing menekan otakku. entah mabuk atau apa… yang aku tahu dunia ini berputar cepat menghimpitku. dan…. mata itu. kian menghilang ditengah kabut yang menebal. hanya suara dingin dan kaku miliknya yang terdengar tak jelas memenuhi otakku. memperkecil sisa ruang di otakku. perutku mual, sekujur tubuhku melemah. kabut memutih…. apa aku, telah kembali ke 24 tahun yang lalu? aku ingat! mata kucing itu…. lorong waktuku, 24- juli-1990.

-Lorong waktu Memori ingatan-

END

eotte??? seru? penasaran? ato gak jelas? jngn-jngn yg ngerti? -_- hahaha gpp kok miyuki maklumin ff miyuki yg satu ini agak something ohohohoh. over all thanks udah mau baca ff kilat ini^^ semoga hari kalian semakin berwarna :D selamat malam…. sapai jumpa lagi lain ff hahaha love you all chu~ *plakk

Happily Ever After, Promise you… (chapter 2)

7

 Happily Ever After, Promise you… (chapter 2)

1

Author         :Thalia (kim ki yeon/takara miyuki/shiang chen)

Tittle          : Happily Ever After,Promise you…

Cast           : Xi Luhan (EXO), kwon jimi (you/me/us)

Other cast          : find it by your self

Genre          : sad, romance, life, love life, psychology, drama

Length         : chapter

Note           : Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Warning!! Tulisan italic berarti flashback, miyuki mungkin gak akan tulis keterang flashback atau gak, dan tolong perhatikan tahunnya karena ceritanya berurutan dari masa kecil sampai dewasa, jadi di cermati aja ya… ff ini mungkin akan sulit dimengerti… jadi kalau gak ngerti baca lagi aja, kalau masih gak ngerti nikmati aja tulisan miyuki^^ klo mau di jelasin juga susah… hehehe ff ini dari mimpi miyuki, jadi kalau gak jelas salahin mimpinya miyuki aja ok^^

Mungkin nanti akan ada cuplikan lyrich lagu, jadi jangan kaget kalau merasa familiar dengan lyrichnya. Jimi sengaja buat potongan lyrich itu ceritanya ciptaan main cast, tapi jangan kaget namanya aja ff semua hanya fiktif belaka bukan? Tapi tenang aja nanti miyuki kasih keterangan pemilik lagunya kok… jadi nanti jangan tanya lagi siapa penyanyi atau pencipta dari potongan lyrich tersebut.

Langsung aja chap 2 let’s………

Cekidot>>> wow!!!

-Chap sebelumnya-

“op-ppah… oppa… kau d-dimana?” panggilnya kian takut. Ia takut kehilangan sosok itu. Takut sangat takut. Oppa? Oppa? Oppa? Ia terus menyerukannya. Mencarinya berkeliling sehingga kembali kepohon besar itu. Siapa tahu dia bersembunyi disana… siapa tahu.

“oppa~ apa kau disana?”ia terus mencari. Matanya memerah. Hatinya memanas… kemana sosok itu?

“kyaaa!!!”

-Kelanjutan chap-

 

“kyaaa!!!”pekiknya saat kedua tangan memeluknya dari belakang. “oppa!!!”histerisnya dan langsung memeluk luhan erat. Luhan sedikit tersentak kaget. Kenapa jimi? Tadi ia hanya bersembunyi untuk mengerjainya? Karena tak kunjung menangkapnya. Apa ini sudah kelewatan?. Sweter putihnya perlahan basah. Airmata hangat jimi menggenanginya. Perasaan bersalah itu bertambah, ia takut. Jimi akan terluka karena kelakuannya yang berlebihan.”j-ji-jimi-ya… kau kenapa?”tanya luhan perlahan dengan berusaha untuk melepaskan pelukannya agar dapat melihat parasnya. “oppa~ aku takut~”gumam jimi bergetar. “shht… oppa disini. tidak ada yang perlu ditakuti… shht”luhan berusaha menenangkannya dengan mengusap-ngusap puncak kepalanya lembut. “maaf…”sambungnya dengan penuh penyesalan. Jimi hanya mengangguk. “kukira kau benar-benar pergi…”racau jimi kembali.

Luhan tak kuasa melihat jimi seperti ini kemudian menuntunnya berbaring di atas ilalang yang berjatuhan. Mereka berbaring dengan posisi berpelukan. Menyalurkan kehangatan masing-masing. Detak jantung luhan dapat dengan jelas terdengar oleh jimi begitu juga luhan yang mendengar jelas detak jantung jimi. Tenang dan beraturan… sangat nyaman.

Jimi kemudian menatap langit. Ia sudah kembali tenang, kemudian berusaha menebak bentuk awan yang ia lihat. Luhan hanya tersenyum melihat tingkah jimi yang masih kekanak-kanakan. Tunggu bukankah dia memang masih anak-anak? Ia baru saja menginjak 12 tahun!

“eo! oppa coba lihat itu! Awan itu berbentuk kelinci! Oh! Yang itu hati! Dan… lihat-lihat yang itu seperti istana hahaha indah sekali! Yakan oppa? Kalau kau, apa yang kau lihat? Awan berbentuk apa?” luhan hanya menanggapinya dengan tatapan lembut lalu berkata “aku melihatmu!”ucapnya tegas. Jimi tertegun kemudian perlahan menghadapkan pandangan kearah luhan. Dan benar saja saat ini luhan tidak melihat ke awan melainkan dirinya. “oppa!! Aku menyuruhmu melihat ke awan bukan aku!”gerutu jimi sebal. “aku tidak berminat! Tidak ada yang lebih indah melebihi dirimu jimi-ya!”aku luhan tak kuasa.

Jimi berdehem kemudian terduduk. “oppa kau tunggu disini! aku mau mengambil alat lukisku”ucap jimi kemudian berlalu. Luhan hanya menurut dan mengamati setiap geraknya. Jimi kembali dengan segala yang ia butuhkan untuk melukis, menatanya dan kemudian meminta luhan untuk menjadi model lukisnya. Luhan mengangguk kemudian menutup mata seperti apa yang diperintahkan jimi. Cukup lama untuknya agar dapat melukis malaikat itu dengan indah.

saat ia menyelesaikan hasil lukisnya. Jimi malah menemukan luhan yang tertidur dengan Dengkuran lembut yang menggelitik indra pendengarannya. Jimi menaruh peralatannya kemudian focus menatap luhan yang terlelap. sangat polos… bahkan ketampanannya bertambah 1000% Sangat! Amat ! bahkan melebihi dosis tampan. Ia bahagia karena bisa mendengar detak jantung itu dan dengkuran itu. Membuatnya sadar bahwa luhan ada, dan akan selalu ada, disana untuknya.

Tak terasa jimi hanya menatapnya hingga fajar mulai menyingsing. Jimi mencoba membangunkan sosok sempurnanya itu. Namun tiba-tiba luhan menariknya kedalam pelukannya. Pelukannya yang hangat dan nyaman. “biarkan aku memelukmu lima menit saja… setelah itu aku akan mengantarmu pulang”ujar luhan sembari mengeratkan pelukannya di tubuh mungil jimi. Dan jimi… dengan senang hati mengikuti apa yang luhan inginkan. ‘Aku milikmu oppa’ batin jimi ternyata. Hari yang panjang, karena kau ada disini bersamaku.

.

.

.

China 2006>>>

Kedua malaikat itu hanya duduk bersama di bawah teduhnya pohon besar itu. Mereka sama-sama terlarut dalam khayalnya masing-masing.

“oppa~”seru jimi. “hem…”jawab luhan kemudian menatapnya hangat.

“apa cita-citamu?”tanyanya lagi. “memilikimu seumur hidupku!”ujar luhan jenaka. “oppa! Aku serius!”jimi kemudian menatapnya sebal. Sadar dengan tatapan jimi, luhan hanya tersenyum kemudian menarik jimi ke dalam pelukkannya.

“itu cita-citaku yang paling berharga”lanjutnya. Jimi tak kuasa menahan senyumnya yang kian melebar. Luhan kemudian mengeratkan pelukannya. Sehingga posisi mereka kini -jimi terduduk di atas pangkuan luhan yang memeluknya erat-. “lalu bagaimana denganmu? Kau sendiri… apa cita-citamu?” tanya luhan dan menaruh dagunya di atas pundak jimi yang nyaman. “aku ingin menjadi penyanyi! Sama seperti apa yang kau cita-citakan sewaktu kecil” jujur jimi. “ kenapa? Kenapa harus penyanyi?”tanya luhan penasaran dengan alisnya yang mengkerut tajam. “agar kita bisa tetap bersama”jawab jimi tenang lalu kembali tersenyum untuk sang malaikat tanpa sayapnya. “kalau begitu cobalah bernyanyi untukku”pinta luhan. “apa kau serius oppa? kau benar-benar ingin mendengar suaraku?” Jimi bertanya apa luhan yakin ingin mendengarnya bernyanyi. Pasalnya … bukankah luhan sering mendengarnya bersenanbung.

Luhan tersenyum dan mengangguk yakin. Jimi pun menyerah lalu “baiklah. Kalau begitu… lagu apa yang sedang kau ingin dengar?”tanya’nya lagu apa yang ingin di dengarnya. “Apa saja!” Jawab luhan

Jimi berehem untuk menemukan nadanya. Luhan tersenyum gemas melihat tingkah kekanakan gadis kecilnya yang sekarang tak lagi berada di pangkuannya.

I have die everyday waiting for you

Darling don’t be afraid

I have loved you for a thousand years

I’ll love you for a thousand more…

(Christina perri-a thousand years)

 

Tiba-tiba luhan menyuruh jimi menghentikan nyanyiannya bukan karena tidak suka… ia sangat menyukai suara merdunya. Hanya saja luhan bingung bahwasanya dari mana jimi mengetahui lagu itu? Kemudian luhan menanyakan tentang hal itu. Sekedar memastikan kalau mungkin ia membocorkan tentang lagu itu. Jimi kemudian tersenyum dan menjawab “aku hanya mendengarkannya saat kau menyanyikan lagu itu ketika menungguku di sini” luhan tertegun tak percaya bagaimana bisa jimi menghafalkannya dalam kurung waktu yang terbulang sangat singkat? Mustahil… mustahil kalau memang dia manusia biasa dan bukan malaikat atau sejenisnya.

Jimi bertanya, “apa lagu itu oppa ciptakan untukku?” Tapi luhan hanya tertawa lalu berkata “lihatlah gadisku ini! Percaya diri sekali! Hahahaha”jenaka luhan kemudian mengacak lembut rambut lurus nan lembut milik jimi. “ayolah akui saja!” rajuk jimi manja. kemudian menata kembali rambutnya yang berantakkan akibat ulah luhan jail. Membuat luhan semakin mencintai sosok gadis manis didepannya itu. “baiklah… aku akui lagu itu aku ciptakan untukmu. Tak kusangka secepat itu sampai ke kupingmu. Padahal targetku hari ini!” ujar luhan berpura-pura kesal dengan misterius.

kening jimi menyernyit bingung “maksudmu oppa?” tanyanya mendesak. “em… (luhan membenarkan posisinya kemudian berlutut dihadapan gadisnya) happy birthday my lovely angel. Aku akan selalu memcintaimu apapun yang terjadi. To be happily ever after, promise you”ucap luhan kemudian. Jimi tersenyum bahagia melihat luhan berkata seperti itu. Bahkan ia lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Luhan kemudian merengkuh tubuh itu lagi.

Jimi mendongakkan kepalanya untuk menatap manik mata yang selalu membuatnya gila akan candu itu. Kembali bergumam “lagu itu benar-benar indah oppa…”disela senyum yang mengembang dan hangatnya pelukan yang kian menjalar. “terimakasih”luhan membalas tatapan jimi dan tersenyum manis.

“lagu itu benar-benar cocok untuk mendeskripsikan kisah kita. Lagu yang bercerita tentang, dua sejoli yang tetap akan saling mencintai ratusan tahun lamanya bahakan rela menunggu dan tetap mencintai walau ratusan tahun itu telah berganti menjadi ribuan bahkan jutaan tahu lamanya.” Jimi yang bertingkah sok tahu itu menatap luhan penuh percaya diri. Luhan tersenyum, walau senyum itu terkesan dipaksakan dan mengangguk. Luhan tak akan pernah mengatakan pada malaikat itu apa maksud dari lagu itu yang sebenarnya, tak akan!. Biarkan dia berpikir seperti itu. Izinkan ia menjadi egois dan tak jujur untuk kali ini. Sejujurnya lagu itu bukan untuk hadiah jimi, melainkan untuk sesuatu yang lebih fatal. Atau mungkin sudah fatal? Ia menyesal pernah menciptakan lagu itu. Menyesal! Sangat-sangat menyesal.

“oppa!!” jimi mengagetkan luhan yang tengah asik menerawang. Luhan yang tersentak dengan cepat mengeratkan pelukannya “jangan!!!”ucapnya berteriak ketakutan. Teriakkan itu cukup membuat jimi gemetar ketakutan. Ia bingung ada apa dengan luhan yang berubah derastis. “oppa~”gumamnya sekali lagi yang lebih lembut “oppa kau kenapa?”tangannya mulai merengkuh wajah tampan luhan dan menatapnya dalam. Luhan yang terpejam, kembali membuka matanya yang tertutup kuat ketakutan. ‘Ada apa dengannya?’ Batin jimi bertanya. “jangan pergi”ucap luhan dengan nada penuh ketakutan lalu menepis tangan jimi dan kembali memeluknya erat. “op-p oppah ak- aku nggak bi-bisa naf-fas”jimi tercekat.

Luhan kembali tersadar… tadi hanya hayalannya saja. hanya hayalan! Luhan boleh kembali bernafas lega. Jimi, tidak meninggalkannya, belum… setidaknya lagu itu belum bereaksi.

“maaf”ucapnya menyesal dan perlaha melepas pelukan itu. “aku benar-benar minta maaf”ujarnya lagi. “tak apa… kau membuatku takut oppa…”jimi tak berusaha bertanya lebih lanjut, ia tahu hal apapun itu pasti mimpi buruknya-luhan- hingga telah membuat luhan ketakutan hingga setengah mati seperti tadi. “aku tidak mempermasalahkannya (jimi kembali memeluknya) oppa… kumohon nyanyikan aku lagu tadi”pinta jimi lembut.

DEG! DEG!!

Haruskah? Haruskah aku melakukannya? Haruskan aku menyanyikan lagu terkutuk itu? *just fiction!!!* apa harus aku melakukannya? Batik luhan bergelut. Ia takut… sangat takut. “oppa”manjaan jimi terdengar kembali. “baiklah”alah luhan. Ia menyerah. Apapun yang akan terjadi, ia akan berserah diri kepada takdir. Ia tak cukup kuat untuk melawan malaikatnya. Luhan mengeratkan pelukannya kemudian mulai bernyanyi.

Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer

 

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

 

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What’s standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer

 

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

Tes… air mata luhan terjatuh saat ai telah menyelesaikan setengah lagunya. Air matanya terjatuh. Entah bagaimana, tapi tak dapat ia pungkiri! Ia tak siap kehilangan sosok malaikatnya itu. Ia takut, sangat takut. Air matanya kian deras bersama suaranya yang tercekat. Luhan terus memeluknya. Hingga hujan turun deras mencampuri air matanya yang hangat. Ternyata langitpun dapat merasakan kesedihan yang menghantuinya saat ini. “Tuhan… kumohon selamatkan malaikatku” batinnya

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

One step closer
One step closer

 

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

 

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

“aku mencintaimu jimi-ya…”bisiknya lembut samping telinga kecil jimi diakhir lagu. Di temani angin yang bertiup kencang, hujan yang menusuk semakin deras, dan tangisannya yang kian menggema. Namun jimi tak menyadarinya. Bahkan merasakan angin, hujan dan air mata pun tidak. Hanya suara lembut memilik luhan yang terdengar. Jadi… semua itu hanya luhan yang dapat merasakannya?

 

-TBC-
(guys… pada bingung ya? Miyuki juga *plakk* maksud luhan bilang lagu itu lagu terkutuk nanti kalian jga tahu apa yang miyuki maksud. Jadi tetep setia sama miyuki yo… hohohoho)

Hi guys~ gimana chap 2’a? seru? Membosankan? Ato gk menarik? Kali ini kependekan y? Hahahaha mian mian … miyuki emank gk bakat jdi penulis… jangan lupa RCL ok;) sisipkan jga y deskripsi tentang ff q… hahahaha love u all! See ya in next chap bye… *bow with all member of aur prince EXO

Happily Ever After,Promise you… [chapter 1]

0

 jimi luhan

Author        :Thalia (kim ki yeon/takara miyuki/shiang chen)

Tittle           : Happily Ever After,Promise you…

Cast             : Xi Luhan (EXO), kwon jimi (you/me/us)

Other cast  : find it by your self

Genre          : sad, romance, life, love life, psychology, drama

Length        : chapter

Note            : Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Warning!! Tulisan italic berarti flashback, miyuki mungkin gak akan tulis keterang flashback atau gak, dan tolong perhatikan tahunnya karena ceritanya berurutan dari masa kecil sampai dewasa, jadi di cermati aja ya… ff ini mungkin akan sulit dimengerti… jadi kalau gak ngerti baca lagi aja, kalau masih gak ngerti nikmati aja tulisan miyuki^^ klo mau di jelasin juga susah… hehehe ff ini dari mimpi miyuki, jadi kalau gak jelas salahin mimpinya miyuki aja ok^^

Mungkin nanti akan ada cuplikan lyrich lagu, jadi jangan kaget kalau merasa familiar dengan lyrichnya. Jimi sengaja buat potongan lyrich itu ceritanya ciptaan main cast, tapi jangan kaget namanya aja ff semua hanya fiktif belaka bukan? Tapi tenang aja nanti miyuki kasih keterangan pemilik lagunya kok… jadi nanti jangan tanya lagi siapa penyanyi atau pencipta dari potongan lyrich tersebut.

Langsung aja

Cekidot>>>

.

.

.

China 1998>>>

 

Seorang gadis kecil berusia 5 tahun itu terlihat sedang menatap rumahnya dengan tatapan pedih. Mencoba mengingat apa saja yang selama 5 tahun ini telah ia lakukan di tempat itu. Tanpa terasa setetes air mata berhasil mengalir di pipinya, membentuk aliran sungai kecil di wajah manisnya.

“jimi-ya, cepat naik! Kita harus pergi sekarang! Jangan membuat masalah lagi! Apa kau mau ibu tinggal? Cepat jangan membuat ibu emosi! Lihat!! Kenapa kau menangis? Memang apa yang ibu lakukan? Memukulmu? Hapus air matamu
! tidak ada yang perlu ditangisi jimi-ya! Jadi cepat!! Hapus dan naik!!” wanita paruh baya itu berteriak dari dalam taxi yang akan membawa mereka menuju bandara. Tapi tetap kwon jimi gadis kecil itu tidak bergeming sama sekali, bahkan hanya menolehkan kepalanya untuk menatap sang ibu pun tidak.

“kwon jimi!!” wanita paruh baya itu terlihat sudah benar-benar geram dengan anak semata wayangnya itu. Dia keluar dari dalam taxi dan menyeret paksa putrinya, sedangkan jimi hanya memperlihatkan ekxpresi datarnya yang sedikit kesakitan. Tarikan wanita itu terlalu kuat sehingga membuat gadis kecil nan manis itu kini terlah masuk kedalam taxi dan siap untuk berangkat. Posisi mereka belum terlalu jauh dari kediaman mereka untuk beberapa waktu yang lalu, tapi sekarang rumah itu telah diambil alih dan berpindah tangan yang entah siapa orang itu. Jimi masih saja menatap nanar rumah bekasnya yang menyimpan begitu banyak kenangan yang entah kenapa begitu berarti baginya sehingga sulit baginya untuk melepaskan rumah itu begitu saja, tidak terlihat lagi air mata yang mengalir dari peluk matanya yang indah dan terlihat sedikit sebam hanya tatapan nanar bercampur kebencian yang entah apa arti dari tatapan itu sebenarnya.

“untuk apa kau terus melihat kearah sana jimi-ya? Benarkan posisimu! Duduk dengan benar! Dan lupakan segala yang ada disini! kau harus hidup untuk masa depanmu! Anggap kau baru akan terlahir kembali sekarang!”wanita itu berbicara sembari membetulkan make up yang yang sedikit berantakan karena dia terburu-buru tadi pagi, sedikit melirik putrinya yang tengah membetulkan posisinya dan mengambil posisi duduk yang benar. Dia tersenyum melihat buah hatinya yang selalu menurut padanya, tapi ada guratan tanda tanya di dalam benaknya. Kenapa… putrinya sangat mencintai tempat itu?

“jimi-ya… lihat ibu”wanita itu mulai serius dan memegang lembut kedua bahu putri kecilnya dengan tatapan hangat, jimi hanya menatap ibunya dengan tatapan sekedarnya, tidak berniat sama sekali untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan wanita ini selanjutnya “jimi-ya kau tahukan ibu melakukan ini demi masa depanmu? Kita harus kembali ke seoul dan menemui ayahmu, lalu ibu akan pergi dari kehidupanmu untuk selamanya. Kau senangkan? Ibu tahu kau membenciku, jadi hanya ini yang bisa ibu lakukan untuk pertama dan terakhir sebagai ibu yang baik untukmu sebelum ibu benar-benar pergi”perlahan wanita itu merengkuh tubuh kecil putrinya dengan kesedihan yang membuncah, sama seperti apa yang dilakukan jimi beberapa menit yang lalu, wanita itu menangis. Jimi hanya menerima perlakuan sang ibu dengan tenang, tidak seperti biasanya yang akan menolak ketika wanita itu mebusaha untuk sekedar menyentuhnya. Dia tahu bahwa wanita yang sedang memeluknya ini dan bernotabe ibu baginya tengah menangis, yah… ini pertama kalinya dia melihat wanita itu menangis.

“ibu sangat menyayangimu jimi-ya… maaf ibu tidak bisa menjadi ibu yang baik bagimu, tidak bisakah sekali saja untuk yang pertama dan terakhir membiarkanku mendengar suaramu? Ibu tahu kau tidak bisu! Kau berbicara dengan orang lain tapi kenapa hanya dengan ibu kau tidak mau menyuarakan suaramu?”wanita itu merengkuh wajah cantik gadis mungilnya itu, untuk dapat menatapnya dalam. Ingin sekali wanita itu menggambarkan betapa sayangnya akan sosok didepannya saat ini, yang memang tidak pernah ia lakukan karena sang putri tidak pernah mau menatap, atau bahkan menyuarakan perasaannya. Jimi terlihat berpikir sebentar, dengan menerawang tatapan dalam yang sekarang diperlihatkan wanita paruh baya itu untuk pertamakalinya.

“jimi-ya…”wanita itu kembali menangis. Menyerukan nama buah hatinya dengan lirih penuh frustasi, kenapa sulit baginya mendengar putrinya berbicara?

“ibu mohon… “kali ini terdengar lebih sakit dan mencengkat. Supir taxi yang tidak mengerti akan apa yang dibicarakan ibu dan anak itu hanya menatap penuh  simpatik. Walau tidak mengerti tapi dia dapat merasakan betapa tersiksanya kedua manusia ini. ia mengerti dengan suasana penuh haru yang tengah diciptakan kedua manusia ini.

“terimikasih…… i-bu”dengan perlahan seorang kwon jimi untuk pertama kalinya menyuarakan suaranya untuk sang ibu. Walau suara itu terkesan dingin tapi tetap tidak bisa dipungkiri betapa bahagianya wanita itu saat ini.

Greppp

Wanita itu kembali merengkuh tubuh kecil didepannya yang hanya bisa disentuhnya saat gadis ini terlelap. “terimakasih… jimi-ya” chu~ wanita itu mengecup lembut puncak sang putri penuh kasih “terimakasih..”

Tes… jimi kembali meneteskan air matanya. Air mata bahagaia

.

.

.

Seoul 2000>>>

Gadis manis ini terlihat bingung dengan mobil yang tengah membawanya pergi entah kemana. Pria paruh baya yang sedang menyetir itu hanya memperlihatkan wajah seriusnya. Jimi pun hanya menapatnya bertanya, kemana sebenarnya mobil ini akan membawaku?. Sedangkan sang pria yang notabenya adalah ayah yang baru di ketahui jimi 2 tahun yang lalu menjawab dengan tatapan dingin dan berkata, jangan banyak bicara! Kau akan tahu nanti.

Jimi hanya dapat menundukan kepalanya, ia rindu ibunya. Ia ingin ibunya kembali mengambilnya dari neraka jahanam ini. Dia sadar ibunya bukan orang jahat seperti apa yang ia pikirkan selama ini, yang pantas mendapatkan julukan itu adalah pria jahanam di sampingnya saat ini. Dia selalu bertanya, apakah ini yang dimanakan demi kebaikanku? Apa ibu tahu apa yang selama ini ayah lakukan padanya? Apa ibu akan kembali? Dia terlalu, terlalu tersiksa dengan semua ini, dia muak! Siapa dia sebenarnya? Kenapa hidupnya begitu menyedihkan? Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan tuhan untuknya? Kenapa sekejam ini? Sejak kecil ia tidak pernah merasakan kasih sayang yang cukup.

Sang ayah bergumam memperintahkan dirinya untuk segera turun karena memang telah sampai ketujuan. Gadis manis ini hanya mengangguk lalu mengikuti langkah ayah dengan langkah kecil mungilnya.

‘flower kids home’ tulisan yang terpampang jelas di plang yang cukup besar membuat kedua mata indah jimi membulat dengan sempurna. Apa aku akan ditinggalkan ayah disini? ibu aku mau pulang! Guratan khawatir terlukis jelas di wajah cantik milik jimi. Terdengar langkah seseorang mendekat, terlihat seorang wanita paruh baya yang menggunakan pakaian layaknya biarawati tengah membungkuk sopan kepada ayah sang gadis. Percakapan dimulai. Membuat jantung jimi tak bisa berdetak dengan normal. Memikirkan entah Apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya, Akankah perjalanan hidupku yang menyakitkan ini terus digoresi luka? Hati dan jiwaku sudah cukup bernanah! Apa sekarang akan disirami air keras?

“kumohon jaga anak ini”pria itu membungkuk memberi hormat lalu berjalan mendekati gadis manis yang tengah meratapi nasip hidupnya yang menyedihkan. Sang ayah berbisik menyuruh jimi untuk tidak menyikutinya lagi lalu mengatakan bahwa panti asuhan ini mulai sekarang adalah rumah baru baginya. Sang ayah tersenyum sinis kepada gadis manis itu, dan beranjak pergi meninggalkan malaikat kecil itu dengan perasaan bahagia. Ayah macam apa dia?

.

.

.

 

Seoul 2002>>>

Dua tahun sudah semenjak kejadian itu. Jimi hidup dengan tenang, walaupun masih tanpa senyum diwajah cantiknya. Dia masih meringkuk didalam selimut tebalnya, tidak berniat sama sekali sekedar membilas wajah teduhnya. Bibir jimi bergerak perlahan. Sedikit membuka hingga akhirnya terdengar suara kecil nan merdunya memainkan dengan indah. Jimi kecil ini sedang bernyanyi, menggambarkan kesunyiannya.

2am; where do I begin,
Jam 2 pagi, di mana Aku memulai,

Crying off my face again.
Menangis membasahi wajahku lagi.

The silent sound of loneliness
Suara diam kesepian

Wants to follow me to bed.
Ingin mengikutiku dalam tidurku.

 

I’m a ghost of a girl that I want to be most.
Aku menjadi bayangan seorang gadis yang sangat aku inginkan.

I’m the shell of a girl that I used to know well.
Aku perwujudan seorang gadis yang biasa aku kenal dengan baik.

 

Dancing slowly in an empty room,
Menari perlahan di ruang kosong,

Can the lonely take the place of you?
Dapatkah kesepian menggantikan posisimu?

I sing myself a quiet lullaby.
Aku bernyanyi untuk diriku sendiri lagu pengantar tidur yang tenang.

Let you go and let the lonely in
Melepaskanmu pergi dan membiarkan kesepian datang

To take my heart again.
Untuk mengambil hatiku lagi.

 

(chirstina perri-the lonely)

Tuk…tuk…tuk…

Terdengar ketukan pelan dari luar. Sedikit malas jimi menghentikan nyanyiannya dan berusaha menolehkan kepalanya untuk melihat kearah pintu, menunggu siapa yang akan masuk setelahnya.

Biarawati paruh baya berjalan mendekat disusul dengan dua orang asing bagi jimi yang memang tidak pernah ia temui sebelumnya. Kedua orang yang di yakini jimi sebagai sepasang suami istri itu tersenyum kearah jimi.

DEG!

Jimi merasakan hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, kehangatan menjalari setiap inci tubuh mungilnya. Membuat hati bekunya perlahan merasakan kehangatan itu, walau hanya sebuah senyuman jimi yakin kedua orang ini benar-benar di penuhi cinta dan kasih sayang. Dalam sekejap ia bangun dan istana kapuknya berdiri tegak lalu berbungkuk memberi hormat sopan kepada kedua orang yang berhasil membuat sosok keras jimi perlahan melembut. Biarawati itu sedikit tersentak dengan kelakuan jimi yang tak biasa. Jimi tidak sesopan ini, dia bahkan selalu menatap semua orang dengan tatapan pembunuh yang siap membunuh siapa saja setiap saat. Tapi sekarang, dia terlihat begitu bercahaya, begitu tenang dengan tatapan teduhnya, menjadi sosok malaikat dalam sekejap.

Kedua orang itu hanya tertawa melihat tingkah jimi yang terbilang sempontan, sang istri berkata pada sang suami bahwa ia benar-benar menyukai anak ini dan menginginkannya menggunakan bahasa yang sama sekali tidak dapat dimengerti sang biarawati, tapi tidak dengan jimi ia mengeti, sangat mengerti apa yang sedang dibicarakan kedua suami istri itu. Begitupun denganku dia benar-benar sangat manis timpal sang suami yang tengah menatap jimi dengan tatapan dalam dan penuh kasih. Membuat jimi tak kuasa menahan kebahagiaan yang tengah memenuhinya.

“kami memilihnya”seru keduanya kepada sang biarawati yang mulai mengeti kembali dengan bahasa yang digunakan. Biarawati itu kemudian mendekati sosok mungil yang tengah tersenyum dengan manisnya, sedikit menyamakan tinggi sang gadis, kemudian biarawati itu mulai mengusap dan tersenyum padanya. Jimi hanya membalas tatapan sang biarawati seperti biasanya tapi tetap dengan perubahan yang bersar itu, jimi tidak lagi menatapnya dengan tatapan kejam dan tajam melainkan tatapan polos dari seorang anak yang murni, bak malaikat.

“jimi-ya, bersiaplah… orang tua barumu akan menunggumu, ingat pesan kami. Bersikap sopan kepada siapapun mengerti?”gadis mungil ini mengangguk dengan lembut. Kemudian dia berlalu kedalam kamar mandi untuk bersiap

.

Dia benar-benar cantik… bagaikan malaikat kecil yang sempurna. Rambut panjang cokelat lurus miliknya di ikat menjadi satu kebelakang walau sebagian dibiarkan menjuntai dengan indah. Gaun baru berwarna biru laut terbalut dengan indah di tubuh mungilnya, gaun pemberian tuan dan nyonya huang calon ayah dan ibu barunya. Senyum cerahnya menghipnotis semua, mereka terpikat pada gadis ini

“kau siap jimi-ya?”tanya biarawati memastikan. Hm… hanya gumaman kecil dan anggukan pasti yang jimi berikan, tapi itu cukup untuk membuat biarawati percaya.

“baiklah”sambungnya. Lalu beralih kepada kedua orang yang terlihat bahagia mendapat putri yang selama ini mereka idamkan

“tuan huang, apa anda mau mengubah namanya?”biarawati itu bertanya dengan pasti lalu menatap kearah jimi kembali. “saya sarankan untuk memberika nama yang baru untuknya, dia begitu special untuk sebuah nama yang baru… malaikat kecil ini, mungkin akan mengerti”lanjut biarawati itu di iringi senyum tipisnya.

Kedua orang itu saling bertatapan, mereka berkomunikasi lewat tatapan masing-masing. Sang suami menggeleng lalu bergumam untuk tidak mengubah nama gadis itu. Sang istri tersenyum lalu menggangguk setuju. Biarawati hanya bisa mengalah lalu memberikan akses bagi kedua orang itu agar bisa meyentuh jimi. Perlahan keduanya mendekat semakin mendekat hingga akhirnya berada tepat dihadapan sang gadis. Gadis manis ini tersenyum memamerkan eyes smilenya yang begitu indah, membuat kedua orang itu tak kuasa untuk memeluk malaikat itu.

Sang istri menuntun jimi mengikutinya kearah mobil yang telah menunggu mereka, hangat batin jimi saat tangan kedua orang itu bertautan. Kasih sayang yang diberikan semakin membuat jimi nyaman. Sang suami membukakan pintu lalu membiarkan kedua orang yang sedang membagi kasih itu masuk terlebih dahulu, dengan senyum yang mengembang melihat istrinya bahagia dia masuk kedalam mobil.

Mobil itu melaju dengan kecepatan rata-rata tidak terlalu cepat tidak terlalu lambat, membuat keluarga baru itu semakin leluasa beradaptasi. Supir mereka seakan mengerti dan tidak mengganggu keluarga baru ini.

Jimi duduk diantara dua orang baru yang akan mulai memenuhi harinya yang mungkin akan terasa sangat menyenangkan dan penuh kasih sayang. Sebelah kiri ayah dan sebelahkanan ibu, sempurna bukan? Mereka tengah bercanda gurau. Senang rasanya dapat melihat jimi tersenyum dan tertawa dengan bebas, jimi telah kembali normal. Dia telah lahir kembali menjadi gadis kecil yang hanya akan melihat kedepan bukan kebelakang, gadis kecil yang akan bahagia untuk selamanya.

kau harus hidup untuk masa depanmu! Anggap kau baru akan terlahir kembali sekarang!

 

Ia, jimi akan selalu mengingat pesan itu. Dia kwon jimi akhirnya telah lahir kembali

.

“kita mau kemana bu?”jimi bertanya dengan polosnya lalu menatap sang ibu baru yang sedang memeluknya di ruang tunggu keberangkatan (bandara) “kita akan kembali ke china, disana kau akan tinggal bersama ayah dan ibu” DEG DEG DEG seperti terkena sengatan kuat jimi terkejut bukan main, china? Pikirnya. apa dia akan kembali?

“kenapa? Kau tidak suka?”tanya sang ibu barunya yang seperti menyadari keganggalan. “suka, aku sangat suka Negara itu”jimi tersenyum gembira. Bukan tidak mungkin ia bisa bertemu kembali dengan cinta pertamanya kan? Ya… cinta pertamanya yang membuat ia tak rela meninggalkan china, walau dia hanya mencintainya dalam diam. Wanita itu hanya tersenyum melihat putri kecilnya bertingkah menggemaskan.

“ayo… pesawatnya telah sampai”ucap sang ayah memecahkan suasana ceria yang diciptakan hanya untuk kedua ibu dan anak ini. Sang istri mengangguk lalu menuntun sang putri, langkah mereka terhenti ketika tiba-tiba saja sang ayah mencegahnya. “Aku juga mau bermain dengan putriku! Bertukar posisi denganku biarkan aku menggendongnya” pinta ayah tak mau kalah. Sang ibu yang melihat sang suami bertingkah kekanak-kanakkan hanya persenyum lalu membiarkan ayah menggendong tubuh mungil jimi. Sekarang jimi mengerti tuhan memiliki rencana yang lebih indah untuk gadis polos bak malaikat sepertinya, dibalik semua kejadian buruk yang menimpa, terselip kisah yang lebih indah menunggu dimasa depan.

.

.

.

China 2003>>>

 

Gadis manis yang berusia 10 itu berdiri ditengah ladang ilalang yang sangat luas, ia duduk dibawah pohon besar yang indah. Tanang… Nyaman… dua kata yang dapat menggambarkan perasaannya saat ini . Akhirnya dia bisa kembali ketempat ini, tempat dimana di pertamakali melihat sosok malaikat tampan yang mengagumkan, dan juga menjadi tempat dimana dia dapat dengan leluasa mengamatinya dari kejauhan, memandangnya, lalu berangan-angan untuk bisa bersamanya. Tapi kemana laki-laki itu sekarang? Jimi benar-benar merindukan sosoknya! Dia telah jatuh untuknya tanpa mengetahui namanya sekalipun.

Jimi menghembuskan nafas beratnya, ia takut tidak bisa melihat laki-laki itu lagi. Apakah dia sudah pergi? Pikirnya berkali-kali, tapi berkali-kali juga dia menepisnya.

Dengan berat hati jimi bangkit dari duduknya, sudah cukup untuk hari ini, sama seperti kemarin-kemarin hasilnya tetap sama, laki-laki itu tetap tidak terlihat. Tapi dia berjanji akan kembali lagi besok, dan seterusnya meski itu berarti seumur hidupnya, ia rela… jika bukan hari ini mungkin besok.

Baru saja jimi berbalik dan ingin melangkah tapi langkahnya tiba-tiba terhenti seperti ada sesuatu yang menahannya, membuatnya tidak bisa bergerak sedikitpun, tubuhnya mengkaku, nafasnya tercekat, walaupun merasa lemas dia tetap berusaha agar tetap bisa berdiri.

“kemana saja kau? 5 tahun terakhir! Kenapa menghilang begitu saja! Kau tahu bertapa paniknya aku?”serang laki-laki yang tepat berada didepan jimi secara bertubi-tubi, membuat jimi membulatkan matanya, pertama kalinya ia melihat sosok itu dari dekat, tapi tunggu? Apa maksud dari perkataannya tadi?

“k-kau”jimi hanya bisa tergagap menanggapi perkataan laki-laki ini. Laki-laki ini berjalan lebih dekat, lalu menundukan kepalanya agar dapat mencermati setiap inci wajah cantik milik jimi yang terlihat tegang akan sikapnya.

“tapi syukurlah kau telah kembali”ucapnya di iringin dengan senyuman yang menawan sangat menawan membuat jantung jimi harus memompa berkalilipat lebih cepat menyesuaikan diri ditengah oksygen yang semakin menipis.

Kemarilah lanjutnya dan menarik lembut tangan jimi, di tuntunnya kembali kebawah pohon besar lalu duduk bersama dengan posisi saling berpegangan tangan. Laki-laki ini tidak henti-hentinya menatap wajah jimi yang juga sedang menatapnya lega. Lega karena pikirannya selama ini tidak benar, dan lega karena dia tidak perlu menghabiskan waktunya untuk menunggunya seumur hidupnya. Dan itu berarti dia bisa menghabiskan hidupnya dengan menatap laki-laki ini kemudian.

“seminggu ini aku selalu disini menunggumu, tapi kau tidak ada”jimi memulai percakapan, memang ini bukan yang dari dulu ingin jimi lakukan? Bersama dengannya lalu bercengkrama bersama.

“aku tahu” dia menjawab dengan santai sangat santai seolah tidak ada yang serius sama sekali, membuat jimi sedikit kecewa. Tapi itu bukan masalah baginya, karena sekarang dia dapat bersama dengan prianya. “kau tahu? Bagaimana bisa? Kau bahkan tidak ada disini?”tolak jimi tidak percaya bercampur curiga. Wajah itu… membuat laki-laki itu benar-benar terpesona

“semenjak kau menghilang, aku selalu menunggumu disini, persis seperti apa yang kau lakukan, semua tetap sama aku tetap menunggumu kembali sampai pada minggu lalu aku melihat sosokmu terduduk di bawah pohon ini. Awalnya aku ingin menghampirimu, tapi aku Manahan diri sampai akhirnya aku mencapai batasku hari ini, aku tidak bisa menahan lebih lama lagi”jawab laki-laki itu sambil menerawang, dia tidak kuat jika harus bertatapan terlalu lama dengan gadis ini. Manik mata cokelat terang milik gadis itu cukup menghipnotis setiap detiknya, selalu berhasil mengalihan perhatiannya, sehingga tidak ada lagi hal yang lebih indah di bandingkan dengan sosok sempurna di depannya saat ini. Hanya dengan menatapnya, ia bisa melihat masa depannya, masa depan yang indah bersama gadisnya, sangking indahnya membuatnya tak sabar untuk cepat-cepat dewasa. Agar bisa merajut kisah yang lebih nyata dari ini.

“kenapa? Kenapa kau malah menahan diri?”pertanyaan itu terdengar seperti nyanyian di indra pendengaranya, sangat polos tapi indah. “untuk menghukummu”lagi-lagi laki-laki ini terlihat santai “menghukumku? Tapi kenapa? Apa salahku?”jimi terlihat tidak terima dengan raut wajah kesal ia menuntut jawaban dari laki-laki yang masih saja setia menggenggam tangan mungilnya lembut. Berdua seperti ini membuat setiap detiknya berjalan begitu lambat, dan tenang.

“bodoh! Kau tanya apa salahmu? Kau pergi begitu saja! Lalu kembali lima tahun setelahnya! Kau kira itu bukan kesalahan?”sedikit bercanda laki-laki itu menyentil kening gadis itu pelan. “maaf…”sesal jimi dan menunduk. Melihat reaksi jimi membuat laki-laki itu merasa bersalah. Apa aku membuatnya sedih? “tapi aku senang, kau telah kembali, terimakasih…”ucap laki-laki itu menenangkan. Gadis manis ini kembali manatap manik mata cokelat tua indah itu lagi, indah benar-benar indah. Manik mata itu yang entah bagaimana caranya berhasil mencuri semua perhatiannya dengan begitu mudah, membuat gadis ini tidak bisa sekedar merelakan sedetikpun untuk tidak menatapnya, yang telah menjadi candunya. Entah bagaimana cara tuhan memahatnya, benar-benar sempurna. Apa tuhan memahatnya dengan sepenuh hati? Apa tuhan benar-benar berniat untuk menciptakan sosok malaikat ini? Benar-benar sempurna tanpa cacat yang meliputi. Indah…

“oh iya… dari mana kau mengetahuiku? Setahuku kau selalu sibuk sendiri dengan note kecil dan pensilmu”tanya jimi yang memberanikan diri untuk bertanya hal yang sedari tadi mengganjal di hatinya. “kau pikir aku bodoh? Ada Seseorang yang sesalu mengintipku dalam diam dan mencuri pandang padaku, lalu aku tidak menyadariya? Hey!! Kau itu yang bodoh! Kalau mau bersembunyi carilah tempat yang aman! Setidaknya tidak terlihat dan tidak membahayakan nyawamu!! Lain kali jangan memanjat pohon seperti waktu itu lagi… membuatku khawatir saja!!”laki-laki itu mulai memperlihatkan ekspresinya dia terlihat sedang mengawatirkan gadis di sampingnya ini, gadis kecilnya

“benarkah aku ketahuan? Aish… padahal aku sudah berusaha… tapi kenapa kau terlihat tidak menyadariku?”gadis ini benar-benar polos membuat gemas saja!! Batin laki-laki itu “lalu setelah itu kau tidak akan datang lagi untuk melihatku, tidak terimakasih, lebih baik aku berpura-pura bodoh dan tetap bisa melihatmu setiap hari” jimi benar-benar tersipu mendengar apa yang dikatakan laki-laki itu untuknya, pipinya benar-benar sudah memanas sekarang “kau lucu sekali”tanpa sadar laki-laki itu mencubit pipi jimi gemas

“awww sakit”keduanya tertawa bersama dengan angin yang berhembus lembut, dan suara ilalang yang bergesekan menimbulkan suara yang benar-benar menenangkan “aku menyukaimu” perkataan itu sontak membuat jimi membulatkan mata indahnya, menatapnya kaku, bercampur malu. Laki-laki itu hanya tersenyum melihat reaksi yang jimi perlihatkan padanya, dia mulai menyukai setiap ekspresi yang ditunjukan gadis ini. Gadis yang 3 tahun lebih muda darinya.

“siapa namamu?”laki-laki itu melanjutkan aksinya, mencoba untuk membuat gadis ini nyaman untuk berterus terang dengan isi hatinya. “jimi… kwon jimi”jawab gadis ini malu-malu. “aku luhan… xi luhan” luhan menyabar tangan mungil jimi untuk berngengganman dengannya. Senyum terus menghiasi wajah tampan dan cantik keduanya. Membuat setiap orang yang mungkin melihat ini iri dan merasa gemas dengan kedua anak kecil itu berbagi kisah. Demi apapun! Apa tuhan lupa kalau masih ada 2 malaikat kecilnya yang tertinggal di bumi? Kedua sosok ini benar-benar terlalu sempurna dimata awam. Apa tuhan sengaja meninggalkan malaikat kecilnya? Dengan sosok manusia? Atau mereka manusia biasa yang menyerupai malaikat? Begitu sulit untuk menggambarkan kedua ciptaanmu yang satu ini, sempurna…

“panggil aku oppa… kau orang koreakan? Aku ingin sekali kalau kau memanggilku dengan sebutan itu” lagi-lagi luhan tersenyum dengan manis membuat gadis manis itu terus tersipu malu. “baiklah oppa…”mendengar itu membuat luhan tak kuasa untuk merengkuh sosok manis ini dengan erat.

“tentang itu oppa… aku juga menyukaimu”ujar jimi saat masih berada dalam rengkuhan luhan yang hangat, membuat luhan benar-benar bahagia bukan main, senyum bahagia menghiasi wajah rupawan mereka masing-masing. akhirnya dia bisa memiliki gadis ini seutuhnya. Gadis yang akan menjadi pusat dunianya, dunia dimana hanya gadisnya inilah yang paling indah, paling rupawan, paling mencolok, paling sempurna dan paling mempesona jagad raya. Dunia dimana cinta merekalah yang berkuasa, dunia dimana tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan betapa sempurnanya pasangan malaikat ini, dunia dimana mereka berbagi asanya yang indah, dunia yang mereka bangun berdua, dunia dimana hanya ada luhan dan jimi di dalamnya, dunia dimana tidak ada yang berani mengusik mereka bahkan takdir sekalipun tidak akan bisa untuk sekedar menyentuh mereka. Dunia yang hanya milik mereka berdua, hanya mereka semata…

Sore itu, kedua sejoli itu mengucapkan janji suci mereka, untuk selalu bersama selamanya, menjaga cinta semati mereka. Janji yang telah mengguncang dunia, dan menggetarkan takdir. Akankah takdir masih berani untuk sekedar menyentuh mereka?

.

.

.

China 2005>>>

Luhan terus berusaha bersabar mengajarkan jimi bermain gitar dengan benar walau hasilnya tetap sama… hancur!

Bagaimana tidak! Bukannya focus dengan apa yang diajarkan luhan, jimi malah asik menatapi wajah sempurnanya. Jarinya memang mengikuti apa yang di ajarkan luhan, namun hatinya tak kalah menatapnya. Jadi apa gunanya?

“belum cukupkah menatapku selama 2 jam? setampan itukah aku? Sehingga membuatmu terus menatapku. hem… kwon jimi?”goda luhan yang mulai merespon tatapan itu. Sejujurnya dia juga tak kuasa menahan tatapan mematikan milik jimi, jadi dia memilih untuk menyerah dan meladeni malaikat disampingnya. Jimi hanya menggeleng lalu tersenyum dalam “belum! Sampai kapanpun takan pernah cukup! Kau terlalu indah oppa! Bukan tampan tapi sempurna! Aku bangga memiliki namja chingu sepertimu!”ucap jimi bangga dengan mata berbinar menggoda.

Luhan tak kuasa menahan asanya! Terlalu kuat untuk mencium malaikatnya. Terlalu menggoda hatinya yang suci. “benarkah? Kalau begitu coba tangkap aku… jika berhasil baru aku percaya”alih-alih menyembunyikan kegugupannya ia mengajak malaikatnya berlari bersamanya di tengah ladang ilalang yang indah.

Kebahagian itu… selalu mengitari kedua malaikat itu. Tak henti membuat setiap insan mengguman iri. Mereka terlalu sempurna! Layaknya adam dan hawa.

Tawa riang keduanya menggema. Memamerkan betapa bahagianya mereka, betapa sempurnanya kasih mereka. Luhan yang terus berlari dan jimi yang mencoba menangkap. Walau lelah ia terus berusaha untuk menangkap pangerannya. Untuk membuktikan ia benar! Bahwa cintanya nyata! Bukan maya atau khayal belaka. Namun sosok itu tak terlihat lagi. Pangerannya menghilang. Kemana? Ia yakin tadi matanya tak lepas menatap sosok itu. Ia yakin sangat yakin. Namun… kemana? Kemana luhan?

“op-ppah… oppa… kau d-dimana?” panggilnya kian takut. Ia takut kehilangan sosok itu. Takut sangat takut. Oppa? Oppa? Oppa? Ia terus menyerukannya. Mencarinya berkeliling sehingga kembali kepohon besar itu. Siapa tahu dia bersembunyi disana… siapa tahu.

“oppa~ apa kau disana?”ia terus mencari. Matanya memerah. Hatinya memanas… kemana sosok itu?

“kyaaa!!!”

-TBC-

Hi guys~ gimana chap 1’a? seru? Membosankan? Ato gk menarik? Panjang kayak Koran y? Hahahaha mian mian … miyuki emank gk bakat jdi penulis… jangan lupa RCL ok;) sisipkan jga y deskripsi tentang ff q… hahahaha love u all! See ya in next chap bye… *bow with all member of aur prince EXO

 

It’s you!!!

2

It’s You!!! (ficlet)

 

Author           :Thalia (kim ki yeon/ takara miyuki/shiang chen)

Tittle              : It’s You!!!

Cast               : Byun baekhyun (EXO)

Park chanyeol (EXO)

Other cast      : D.O (EXO)

Genre            : romance, YAOI!!!

Length           : ficlet

YAOI!!!!!

Hi… Hi…. Hi…. Ini ff yaoi pertamaku!! Jadi klo gaje atau gk keliatan yaoinya maklumin aja ya… klo gk suka gpp kok gk baca..

Ok lagsung aja..

Cekodot>>>

Sore ini aku tidak memiliki jadwal.. begitu juga dengan baekhyun, dan D.O, entah kenapa setiap kali aku melihat mereka tertawa bersama membuat mataku memanas dan hatiku yang terasa begitu sakit! Aku tahu… baekhyun hanya menganggap dio sebagai seorang adik.. tapi caranya menatap dio sangat bertolak belakang dengan apa yang dia katakan….

Aku hanya menatap mereka dengan tatapan sayu dan senyum miris… aku tahu kalau aku cemburu!! Karena aku memang telah menyimpan rasa kepadanya sejak pertama kali bertemu, saat itu kami selalu bersama aku kira dia juga menyukaiku sampai akhirnya dio datang dan baekhyun mulai jarang bersamaku.

Sejak pertama kali kami bertemu, hatiku bergejolak, berdesir untuk pertama kalinya dan itu bukan kepada wanita melainkan sesamaku. Aku berusaha untuk melupakan perasaan aneh itu, berusaha meyakinkan bahwa itu hanya rasa sesaat… tapi nyatanya perasaan itu terus berkembang….

Tidak bisa kupungkiri… dia sangat tampan, dan bahkan terkadang dia terlihat begitu cantik. dia benar-benar sempurna, aku sangat mencintai sosok sempurnanya!!

Tadi siang, saat kami kembali dari SBS dia tertidur di pundakku karna memang kami duduk bersebelahan!! Kau tahu betapa bahagianya aku?? Aku sangat sangat sangat bahagia!!! Sampai sampai aku menciumnya tepat dibibirnya, jujur itu di luar kendaliku!! Yang membuatku bersyukur bukan karena tidak ada yang menyadarinya.. tapi karena itu, ciuman pertamaku begitu juga dia…

Argh… hatiku tambah miris saat melihat mereka bersama seperti itu!!!

“chanyeol-ah!! Cepat kemari..”

DEG

Suara indah itu memanggilku

“eo..eoh hyung”dengan cepat kulangkahkan kakiku menuju dapur, ya.. mereka memang sedang memasak bersama… aneh bukan? Mereka hanya memasak bersama tapi aku sudah cemburu setengah mati

“waeyo hyung?”Tanya ku setelah sampai, dan berusaha menyembunyikan kegugupanku

“tolong kau cicipi.. ini aku dan soo baby yang membuatnya” DEG kumohon jangan sebut dia seperti itu!! Kau membuatku semakin sakit!! Sedangkan kau hanya memanggilku chanyeol-ah

“mianhaeyo hyung… aku tiba-tiba ingin mencari udara segar.. kalian makan saja duluan, dan masakan kalian aku yakin pasti sangat enak!!”pamitku tiba-tiba, mata dan hatiku sudah benar-benar memanas sekarang!! Aku sudah tidak kuat lagi jika harus lebih lama melihat mereka!!

“ya!! chanyeol-ah!! Kenapa tiba-tiba begitu??? Makan dulu!! Ya!! ya!!”mian hyung aku tidak bermaksud mengacuhkanmu, tapi aku takut air mataku akan jatuh begitu saja didepanmu

Kulangkahkan kakiku menuju rooftop, semakin lama semakin cepat hingga sekarang aku berlari

Hos..hos..hos.. aku benar-benar lelah.. bagaimana tidak bukannya menaiki lift aku malah memilih menaiki tangga!!

“chanyeol-ah kenapa kau kesini tidak membawa jaket?? Udaranya kan sangat dingin!! Bagaimana kalau kau sakit?? Dan.. kenapa kau keringatan? Apa kau kesini naik tangga lagi?”

“hyu..hyung bagaimana” “aku ? tentu saja aku tahu kau pasti kesini! Kemarilah.. duduk bersamaku!! Dan pakailah jaket ini aku tidak mau kau sakit!!”

Aku hanya dapat mengangguk dan duduk disampingnya, tuhan apa yang harus aku lakukan?? Kami hanya berdua!! Hatiku kembali berdesir tapi sekarang lebih cepat

Kami hanya berdiam diri dari tadi.. tidak ada yang berusaha memecahkan keheningan yang ada, kalau aku sudah pasti karena gugup tidak tahu apa yang harus di bicarakan. Tapi aku tidak tahu kenapa dia juga memilih untuk berdiam diri?

“apa karena aku???”tanyanya tiba-tiba tapi masih dengan tatap menatap jauh kedepan

“eh? Apa maksudmu”

“apa karena aku sehingga kau berlari dan menaiki anak tangga itu?”tanyanya sangsi dengan tatapan tajam yang tertuju untukku

“…”

“jawab!!”

GREPPPP

“ya!! chanyeol-ah!! Apa yang kau lakukan??? Cepat lepaskan aku!!”ucapnya dengan nada terkejut dan terus memberontak

“jangan bergerak terus hyung!! Kumohon hanya sebentar!! Tetaplah berada dalam posisi ini”

Baekhyun’s side~

“jangan bergerak terus hyung!! Kumohon hanya sebentar!! Tetaplah berada dalam posisi ini”

Suaranya terdengar sedikit serak?? Kenapa? Apa mungkin terlalu lama disini jadi membuat tenggorokannya menjadi kering?

Mau tidak mau aku mengikuti apa yang dia minta tadi… tetap berada pada posisi berpelukan seperti ini

Tapi….. kenapa tiba-tiba bahuku terasa basah?? Tetesan air hangat jatuh dan mendarat tepat di bahuku… apa dia menagis??

“chan..chanyeol-ah~ apa kau menangis?”

Chanyeol’s side

Aku senang dia tidak lagi membrontak seperti tadi,dia terdiam dalam pelukanku, berada dalam posisi seperti ini malah membuatku mengingat kembali masalaluku bersamanya!! Dan entah kenapa hanya memori yang menyakitkan yang dapat aku ingat saat ini??

Tampa kusadari bulir-bulir bening telah jatuh membasahi pipiku, aku menangis…. Kuharap dia tidak mengadarinya..

“chan…chanyeol-ah.. apa kau menangis?”terdengan nada yang penuh khawatir dari suara malaikat miliknya, sial aku ketahuan!!

“an..anniyo..”elakku dengan suara serak, sial kenapa harus berefek kepada suaraku!! Kuhapus air mataku sebelum akhirnya melepaskan pelukan kami

“kau bohong!! Kau menangis!!”tangan mungilnya memegangi kedua pipiku lembut, sangat lembut dan hangat…

“katakan.. kenapa kau menangis?? Hem..”tanyanya lembut

Kuarih tangan mungil yang bertengger(?) di kedua pipiku lalu menggenggamnya erat

“apa kau benar-benar ingin mengetahui alasanku menangis?”aku berusaha mencari kebohongan dari matanya, tapi nihil dia benar-benar ingin mengetahuinya

Dia hanya menganggu kecil sebagai jawabannya

GREPP kembali kurengkuk tubuh mungilnya, berusaha mencari kehangatan. Dan mulai menangis disana

“hyung.. aku memcintainya!! Aku sangat mencintainya!! Dari pertama kami bertemu hatiku selalu berdesir dan bergejolak tak karuan, tapi dia tidak mencintaiku!! Lebih tepatnya dia mungkin tidak bisa mencintaiku!! Dan mungkin dia telah memcintai orang lain, aku sudah berusaha melepaskannya tapi aku tidak bisa!! Aku terlalu egois untuk melepaskannya!! Aku mencintainya…”dia melepaskan pelukan kami dan kembali mengelus pipiku bermaksud ingin menghapus air mataku

“siapa..?? siapa orang yang beruntung itu?? Hem..”tanyanya dengan senyum lembut di wajahnya

Aku ingin sekali mengecup bibi tipis miliknya lagi!!

Chu~ “it’s you…”jawabku setelah menyudahi kecupan kilat dari bibirnya itu, dia terlihat sangat terkejut dengan perlakuanku yang tiba-tiba itu

Plakkk

Auch.. dia menamparku?? Apa dia benar-benar tidak menyukaiku?? Apa dia membenciku??

“mi..mian.. hyung..”selalku yang masih memegangi pipiku yang terkena tamparannya

Aku membelalakkan mataku saat dia menarik tengkukku dan membelai bibirku dengan bibirnya kilas, aku hanya bisa mematung.. apa yang berusan ai lakukan??? Menciumku??

“babo!! Kata siapa aku tidak bisa mencintaimu?? Kata siapa aku menyukai orang lain?? Siapa yang menyuruhmu melepaskanku?? Hah!!”pekiknya kesal

“ja..jadi maksudmu..” “saranghae!!! Nado saranghae park chanyeol pabo!!”

DEG apa?? Dia juga mencintaiku?? Dia membalasku?? Aku tidak bertepuk sebelah tangan??

“ya!! kenapa kau diam?? Aku kan sudah bilang aku hempz..”kata-katanya terhenti saat kembali kutaukan bibir kami yang sekarang jauh lebih lama dan dalam, jauh lebih hangat… Dengan hati-hati kumulat bibirnya takut nanti dia terluka, tapi dia juga membalasnya..

“saranghaeyo hyung”kataku setelah melepaskan tautan kami

“hyung??”Tanyanya kesal

“saranghaeyo baekki-ah!!! Saranghae…saranghae…saranghae!!!”ralatku dengan senyum yang mengembang dibibirku

“nado.. saranghaeyo yeolli…!!!”

Chu~

_END_

Gmn? Bagus gk?? thanks for read my first yaoi ff!!!

Saranghaeyo!! My lovely readers kekeke

See you next ff, I never say good bye~ , hello~!! *nyanyi ala tts*

How Can I In Love With You …?? [prolog]

0

How Can I In Love With You …??

Gambar

Author           :Thalia (kim ki yeon/ takara miyuki/shiang chen)

Tittle                    : what is love…??

Cast               : byun baekhyun A.K.A baekhyun/bacon (EXO)

Song hyekyung/huang yi sue(OC)

Kim jimi(OC)

Kim jong in A.K.A Kai/kkamjong (EXO)

Oh sehun A.K.A Sehun

Other cast      : other exo’s member

Genre            : romance, friendship, family,rivaly

Length           : chapters

Kau jelas-jelas menyimpan rasa kepadaku..

Tapi karena persahabatanmu, kau melupakan perasaanmu

aku pasti akan membuatmu….

Jatuh cinta lagi padaku!! Karena kau milikku!!

Aku sangat mencintaimu…

-=Byun Baek Hyun=-

Aku tahu rasa cintaku adalah wujud penghianatanku!!

Tapi sampai kapan aku harus memendamnya?

Aku juga mencintainya!!! Dan itu adalah kenyataannya!

Salama ini aku telah sengsara, karena membohongi diriku sendiri!!

Sudah saatnya aku merasakan kebahagian itu!

Jimi-ya maafkan aku!!

-=Song Hye Kyung=-

Demi cinta, aku rela mengejarmu mati-matian!!

Demi cinta juga, aku rela melepaskanmu!!

Dan bahkan Demi cinta, aku rela mati untukmu!!

Tidak bisakah kau melihat cintaku?

-= Kim Ji Mi=-

Kau memang bukan cinta pertamaku!

Tapi kaulah cinta terindahku!!

Kau selalu ada untukku, selalu muncul saat aku berhasrat untuknya!!

Tapi, saat itu juga aku mengerti! Bahwa hasrat ini untukmu bukan untuknya…

Bahwa cinta ini untukmu, bukan lagi untuknya!!

Terimakasih… aku mencintaimu…

-= Kim Jong In=-

Walau aku hanya jadi pelampiasamu, aku rela!!

Saat kau dan aku hanya berdua, kenapa kau selalu menangis?

Menangiskan halnya sama setiap harinya!!

Kau terlihat ceria dan tegar, tapi itu hanya luarnya!!

Kau sangat rapuh dan mudah terluka!! Itulah yang membuatku sangat ingin menjagamu!!

Jika menjadi pelampiasanmu dapat membuat kita selalu bersama, aku rela!! Bahkan jika untuk selamanya…

Tapi tidak bisakah kau sekali saja, hanya sekali kau melihatku sebagai seorang pria??

Bagaimana pun juga, aku sangat mencintaimu!!!

Kenyataan ini tidak akan pernah berubah!!

-= Oh Sehun=-

I Love You, So Goodbye….

2

I Love You, So Goodbye….
Author           :Thalia (kim kiyeon/ takara miyuki/shiang chen)
Tittle             : I love you, so goodbye….
Cast             : Oh sehun (EXO)
                        Xi Luhan       (EXO)
Support cast  : Kim jong in, sehun’s appa, sena (sisanya bica cari tahu sendiri)
Genre            : angst, sad romance, YAOI!!!!
Length           : oneshoot
I’m back!!!!!! Aku balik lagi dengan membawakan ff yaoi ke dua ku yang tentu saja dengan genre favoriteku yaitu angst dan sad romence!!!! Kkkk~ …. FF yaoi pertamaku tentang baekyeol!! Yang judulnya It’s you..ok kita lanjut aja ok..
 
Alur ceritanya 100% milik author!! Idenya 100% dari author!! Pokonya ini real dari otakku
 
Udah lah ya… jangan dibahas lagi, langasung aja
 
Happy reading our lovely readers….. chu~ #plakk
.
.
.
-27 september 2002-
Wushhhh…. Angin lembut membelai hangat ranbutku, sambil terduduk termenung di bawah pohon rindang dan di temani cicauan burung serta guguran dedaunan yang telah mengcokelat mewarnai sore hariku yang terasa sangat membosankan ini… memang sudah memasuki musim gugur, musim yang palingku sukai!! Tapi entah kenapa musim gugur tahun ini terasa sangat membosankan, lebih tapatnya sangat menyakitkan. 1 minggu yang lalu kekasihku kai, dengan malangnya nyawanya di renggut begitu saja oleh penyakit yang sangat mematikan itu…
Sungguh…. Mengingatnya membuatku ingin bunuh diri dan menyusulnya kesurga!! Air mataku telah mengering, gersang tidak ada lagi setetes air mata yang tersisa… karena satu minggu terakhir aku mengehabis kan hariku hanya untuk menangisi kepergiannya…. Konyol memang karena tidak bisa merelakan kepergiannya, lingkaran hitam dapat dengan jelas terlihat di kantong mataku. Tapi hari ini aku berjanji untuk tidak menangisinya lagi…. Sudah cukup!! semua orang yang kusayangi selalu pergi meninggalkanku dengan cara yang sama?
Pertama, ayahku dia meninggal tertabrak bus karena manyelamatkanku yang hampir tertabrak karena berlari tampa melihat kanan dan kiri sehinga tidak melihat ada bus yang melaju kencang dari arah yang berlawanan seolah ingin menghimpitku. Itu terjadi saat musim gugur…
Kedua, saat aku sedang bermain ditaman bermain dengan adikku sena, tampa sengaja aku memdorongnya hingga terjatuh keluar dari perosotan dengan posisi kepala dibawah. Itu juga terjadi pada musim yang sama…
Dan yang terakhir kai….seperti yang ku katakana diatas ia mengidap penyakit yang mematikan….dan seperti yang lainnya ini juga terjadi pada musim gugur…
Pasti sekarang kalian bertanya-tanya kenapa aku menyukai musim ini bukan nya malah membencinya….
Dan jawabannya adalah… *entahlah aku juga tidak tahu tentang itu… aku selalu berusaha untuk tidak membenci atau mengutuk musim itu, karena memang bukan kerena musih yang telah merenggut nyawa mereka,melainkan kelalaiankulah yang terlalu berlebihan pada saat musim itu sehingga melakukan hal-hal diluar kendaliku…. Memang tidak bisa di pungkiri bukan??? Pada saat musim itu benar-benar sangat indah!!! Aku sangat menyukainya
Kupaksa ragaku untuk berdiri, aku tigak boleh lagi seperti ini terus menerus bukan??? 1 minggu cukup bagiku!! Saatnya sekarang untuk bangkit kembali!! Bukankah kai juga ingin aku untuk tetap bahagia?
“berbahagialah… jangan termakan oleh keterpurukanmu!! Kau harus tetap hidup dan terus tersenyum walau sesakit apapun luka yang sedang kau rasakan, jangan biarkan seluruh dunia mengetahui dan menatapmu simpatik!! Karena itu bukan gayamu… tersenyumlah… hapus air matamu itu!! Sangat memjijikkan! jadi bahagialah untukku,  setidaknya untuk yang terakhir kalinya, aku mencintaimu oh sehun” itu kata-kata terakhirnya masih dengan sempurna berputar di otakku
Kulangkahkan kakiku menjauh dari termpat yang banyak menyimpan kenanganku bersamanya selama kurang lebih 5 tahun merajut kasih bersama… langkahku terhenti sejenak dan membalikkan tubuhku untuk melihat pahatan demi pahatan yang terpampang dengan jelas di batang pohon sakura yang besar itu “kai sehun selama lamanya”tulisan yang duluku anggap konyol, tapi sekarang benar-benar berharga bagiku… hanya sekali aku menatapnya lagi… ini yang terakhir kalinya, karena aku akan meninggalkan desa kecil ini dan pindah ke seoul untuk melupakan semuan kejadian-kejadian yang membuatku bahangia dan menderita…
Selamat tinggal appa, sena, kai aku sangat menyayangi kalian, dan maaf.. untuk semua yang telah ku lakukan
.
.
.
-19 maret 2005-
Café, Gapyunggun, gyeounggi-do
14.13 PM
“huh… lama sekali dia!!!”sudah setengah jam aku menunggunya disini!! Tapi dia belum juga menampakkan batang hidungnya!!
“yak!! Oh sehun…”seseorang menepuk bahuku kuyakin pasti itu dia..
“maaf ya.. apa kau sudah menunggu lama?”tanyanya yang sudah mengambil tempat duduk di depanku
“anniyo.. aku juga baru datang..”bohongku, sial… padahal tadi aku ingin berteriak kepadanya tapi begitu melihat wajah polosnya semua emosiku menguap begitu saja
“benarkah??”tanyanya dengan wajah pura-pura percaya
“sudahku bilang aku juga baru datang!!”luhan hyung selalu saja tahu kalau aku sedang berbohong
“hmm … begitukah?? Aigoo pria manis dihadapanku ini selalu saja berbohong… kau tahu? Bohong itu dosa…”godanya lagi dan mencubit pipiku gemas
“ah… appo!! Aku bukan anak kecil lagi hyung!! Jadi jangan menceramahiku terus!!”kataku pura-pura kesal aku sudah hafal betul apa yang akan ia katakan selanjutnya…..
“aigoo… hey anak kecil!!! Asal kau tahu, semua anak kecil pasti akan berkata seperti itu!! Dasar!!”benarkan!! kata-kata itu yang akan keluar…. Tapi masih ada lagi…
“tapi.. karena itulah aku sangat mencintaimu!!”bingo
“hyung!!  Berhentilah mengatakan hal yang menjijikkan itu!! Kupingku mulai panas!!”
“baiklah… aku tidak akan berhenti mengatakannya… hahaha”
“ah hyung!!”
.
.
.
-23 juni 2007-
Café, Gapyunggun, gyeounggi-do
13.14 PM
“hyung boleh aku bertanya sesuatu?”
“katakanlah….” Jawabnya dengan senyum manis di wajah malaikatnya
“hm…”aku sedikit menimbang-nimbang sebelum bertanya padanya takutnya nanti dia tersinggung “hyung.. kita sahabatkan? Kenapa kau mencintaiku?”
“entahlah… tapi aku bisa memberitahumu! Kau mau tahu?”
“kenapa???” tanyaku mendekat, lalu dia mendekatkan bibirnya kekupingku bermaksud ingin berbisik kepadaku
“karena…………. Aku …. Mencintaimu hahaha”tawanya semakin keras saat melihat ekspresi kesalku
“hyung!! Aku serius!!!”kesalku
“aku juga serius sehun-ah… aku sangat mencintaimu!! Dan aku tidak memiliki alasan apapun karena aku tidak mencintaimu untuk alasan!!” dia mulai lagi
“sudahlah sehun-ah.. tidak usah di jawab ya?? Kita ganti saja kepertanyaan yang lain!!”
“baiklah…. Kalau begitu….. kapan kau akan berhenti mencintaiku?”
“ jika aku bertemu gadis yang lebih manis darimu dan membuatku jatuh cinta kepadanya… mungkin aku akan mulai melupakanmu..”
“tidak munggkin!!”ejekku
“benarkan itu tidak mungkin!!”sejutunya pada ejekanku tadi
“aku mencintaimu oh sehun!!”
“mianhaeyo hyung aku belum bisa…”
“aku tahu.. aku akan menunggumu”
Kalian tahu kenapa aku selalu menolak luhan hyung?
Jawabannya sederhana, karena aku takut dia juga akan mengalami hal yang sama dengan appa, sena dan kai jika aku menyayanginya lebih dari teman
.
.
.
-11 mei 2009-
Sehun’s Home, Daechi-dong, Gangnam, seoul
06.20 AM
Saat aku ingin melindungimu,
 kau malah salah paham dengan apa yang aku kalukan..
 
Author POV
“hun-ah~ ileona.. sehun-ah~ hun-ah palli ileona hem… hun-ah”pria perawakan tidak terlalu tinggi dengan wajah kecil nan cantik itu terlihat kesusahan mem bangunkan pria tampan yang sedang tertidur itu, dengan sedikit mengguncang-guncangkan tubuh yang lebih besar darinya itu berharap orang dihadapannya itu agar segera terbangun.
Dengan suara merdunya itu dia memanggil nama pria dihadapannya dengan sangat lembut “hun-ah~ ayo bangunlah hem? Hun-ah” sedangkan sehun hanya menggrutu di balik selimutnya, pria itu berbalik dan membenamkan wajahnya ke dalam bantal
“hun-ah….”panggil pria cantik itu sekali lagi tapi tetap tidak ada jawaban
“hun-ah..”kini tangan luhan memegang pinggang sehun bermaksud ingin membalikan posisi sehun dan mulai mengangkatnya hingga kini pria tampan itu terduduk dihadapannya, dengan wajah yang terkantuk-katuk, dan mata yang masih terpejamnya itu, beberapa kali hampir terjatuh kalau saja luhan tidak cepat memengangnya
“hun-ah buka matamu…”ujar luhan lembut
“hem… aku masih mengantuk hyung…”dengan suara berat dan serak sehun menanggapi panggilan luhan
Chu~ luhan mengecup lembut kebua mata sehun bergantian
“bagaimana kau sudah tidak mengantuk lagikan?”tanya luhan lembut
“em..”jawab sehun sambil mengangguk dengan matanya yang sudah terbuka lebar
Sehun memang akan baru bangun jika luhan baru mengecup matanya, itu sudah err .. menjadi kebiasaan dan kebutuhannya
Dua pria itu saling menatap dan  memberikan senyuman hangat satu sama lain
“hyung..”manja sehun
“hmm..?”
“aku tidak mau sekolah.. aku mau istirahat di rumah saja.. ya”rengek sehun manja
“inikan memang hari minggu… untuk apa kau kesekolah?”ejek luhan
“benarkah?? Baguslah kalau begitu”cuek sehun dan beranjak kekamar mandi
“sehun-ah saranghae….”terdengar isakan kecil dari suara luhan
“hm… aku tahu..”jawab sehun yang tidak membalikan tubuhnya sama sekali untuk menatap luhan
“tapi kenapa kau tidak pernah membalas cintaku?? Apa kau masih belum bisa melupakan kai? Apa aku tidak pantas untuk menggantikan posisinya di hatimu?”kini air mata telah mengalir membasahi kedua pipi mulusnya dan menjelajahi setiap lekuk wajah mungilnya
“bukan seperti itu hyung aku hanya… hyung..”sehun langsung terlihat panic saat melihat luhan menagis sambil menatapnya nanar, terlihat sekali dikedua matanya bahwa dia benar-benar sakit dan sedih
Sehun berlutut dihadapan pria manis itu dan menghapus air mata luhan dengan lembut
“bukan itu maksudku, aku hanya ingin melindungimu hyung”sehun perlahan merengkuh tubuh mungil dihadapannya dan mengelus pelan punggung luhan bermaksud ingin membuatnya lebih tenang “kumohon… jangan salah paham hem.. aku tidak ingin kehilanganmu, itu saja”sambungnya lagi
Sehun melepaskan pelukkannya dan mengecup kilat kening luhan lembut, luhan hanya tersenyum manis melihat sehun memperlakukannya dengan sangat manis, berbeda dengan yang biasanya
“em.. araseo saranghae hun-ah”
.
.
.
-30 september 2011-
Luhan’s Home, Daechi-dong, Gangnam, seoul
11.16 PM
“mianhaeyo hyung…. Komohon jangan marah ya?”
“tidak.. aku tidak akan marah.. pergilah dan belajarlah dengan giat… lalu kembali padaku hem..”
“terimakasih hyung”
“aku akan menunggumu, 3 tahunkan?”
“ne..”
“baiklah… aku mencintaimu sehun-ah”
.
.
.
-22 febuari 2014-
Airport Incheon
12.15 PM
Aku kembali… tampa kau disini
Sehun POV
Pesawat yang membawaku kembali ke korea dari jepang telah mendarat. Aku tidak sabar ingin bertemu dengan luhan hyung! Aku sangat merindukannya!
Kukeluarkan sesuatu dari kantong celanaku dan mulai mengetik sesuatu disana, aku sedang mengirim sms untuk luhan hyung..
To : luhan hyung
Hyung!! Aku sudah sampai di Korea !! bisakah kau menjemputku?
Senyum lebar mengembang begitu saja saat aku mendapatkan balasan darinya
From : luhan hyung
Jinjja? Kenapa tidak bilang sebelumnya?? Kan aku bisa menunggumu di sana!!
Kau jahat sekali!!
 
To : luhan hyung
Mianhaeyo hyung.. aku bermaksud ingin memberikanmu kejutan!!
 
From : luhan hyung
Cih kejutan! Mana ada orang yang ingin memberikejutan tapi memintaku menjemputmu! Dasar… baiklah tunggu aku disana 1 jam lagi aku sampai
 
To : luhan hyung
Hehehe… hm arasseo, gomawoyo… akan kutunggu…
Kulangkahkan kakiku menuju salah satu bangku kosong yang tersedia, kuletakkan koper disamping kiriku lalu mengeluarkan MP3 dari saku jaketku, memasangkan headset ke kedua telingaku. Kulirik jam tangan yang melingkari tangan kiriku. Ayolah sehun!! Ini baru 10 menit!! Kenapa aku tidak sabaran sekali… ku pejamkan kedua mataku untuk menikmati aluhan music yang berputar di otakku,sedikit menggerak-gerakkan kepalaku.
Tidak terasa sudah berpuluh-puluh lagu yang kudengar tapi luhan hyung belum juga datang…sekali lagi ku lirik jam tanganku sudah dua jam aku menunggu… kenapa? Kenapa luhan hyung belum juga datang?
Kurogoh kembali saku celanaku, aku ingin menelponnya!! Berkali-kali aku ku ulangi tapi tidak satupun telponku yang diangkat karena memang hp nya mati!! Apa dia sengaja mematikannya? Ku ketik beberapa kata dan mengirimkannya pada luhan hyung…smsku pun juga tidak di balasnya.
Kakiku lemas, apa luhan hyung marah padaku? Apa mungkin sesuatu terjadi padanya? Itu tidak mungkin!!!
Jika aku bertemu gadis yang lebih manis darimu dan membuatku jatuh cinta kepadanya… mungkin aku akan mulai melupakanmu
Apa mungkin….. luhan hyung melupakanku karena sudah menemukan wanita lain?
Tes…tes…tes.. butiran-butiran Kristal terjun bebas dari kelopak mataku tampa aba-aba dulu dariku… tuhan.. kumohon jangan buat luhan hyung jatuh cinta kepada orang lain!! Karena aku belum sempat menyatakan perasaanku padanya!!
.
.
.
“ajusshi berhenti disini.. ini uangnya ambil saja kembaliannya”ku turun dari taxi yang tumpangin dan langsung memencet bell rumah luhan hyung, setidaknya aku harus mengucapkan perasaanku dulu bukan sebelum melepaskannya?
“hyung!! Hyung!! Luhan hyung! Ini aku oh sehun! Hyung aku mau bicara!!”setelah beberapa kali memencet bell tapi tidak ada tanggapan jadi kuputuskan untuk memanggilnya
Kenapa seperti tidak ada kehidupan di sana? Seperti tidak ada yang menghuninya
Baiklah aku tidak kehabisan akal, kuberalih kesebelah rumah luhan hyung untuk masuk lewat pintu belakang, tapi nihil pintunya juga di kunci! Aneh bukan kah luhan hyung tidak pernah menguncinya?
“sehun-ah apa itu kau?”ku balikan tubuhku untuk melihat siapa yang memanggilku
“omo ya!!ternyata benar kau!! Aigoo… kemana saja kau? Tiga tahun terakhir tidak pernah kesini lagi”
“ajumma? Shin ajumma?”
“ne.. kau masih ingin aku rupanya”
“ajumma luhan hyung…. Kemana luhan hyung?”
“eh..? luhan? Ah dia sudah pindah 1 minggu yang lalu.. karena … ah saya tidak tahu yang pasti kenapa, tapi dia sudah pergi…”
“mwo!!! Pergi? Kemana?”tanyaku gelagapan
“entahlah… sehun-ah bagaimana kalau kau mampir dulu kerumahku hem?”
“mianhae ajumma aku pergi dulu”
“ya!! Sehun-ah!! Mau kamana ? makan dulu sehun-ah!!”
.
.
.
-18 oktober 2015-
Flower Shop ‘FOREVER FLORIST KOREA’ seoul
08.10 AM
Akhirnya kau kembali… tapi, saat itu juga
aku harus kehilanganmu kembali…
 
“ajumma… tolong berikan seikat purple rose dan bunga lili..”ucapku yang sedikit berteriak dari ambang pintu
“arasseo… sehun-ah apa kau mau kepemakamam lagi?”tanya ajumma penjual bunga langgananku
“ne.. ini kan musim gugur.. jadi sudah saatnya aku pergi ke sana..”ucapku tersenyum sambil mendekat dan membantunya
“oh sehun sshi?”panggil seseorang
“nugu…seyo?”tanyaku bingun pada pria yang berdiri di depanku saat ini kelihatannya di orang kantoran
“hah…. Akhirnya saya menemukanmu… tuan..” tuan? Apa maksud nya? Menemukanku apa?
“maaf apa yang sebenarnya sedang anda bicarakan?”
“mari ikut saya kesuatu tempat..”ajaknya
“suatu tempat? Kenama? Tapi maaf hari ini saya sedang sangat sibuk”tolakku dan lansung mengambil bunga yang sudah di rangkai ajumma untukku
“ini ajumma uangnya saya pergi dulu ya…”pamitku sambil membungkuk 90 derajat dan beranjak ingin keluar tampa menghiraukan laki-laki aneh itu
“maaf tuan tapi ini menyangkut luhan sajangnim”
DEG
lu-luhan hyung? Nama yang begitu aku rindukan? Bunga yang sedari tadi kugenggam jatuh begitu saja akupun dengan cepat membalikan tubuhku dan mulai serius mendengarkan apa yang akan dia katakana selanjutnya
“beliau memerintahkan saya untuk mencari anda, saya akan menceritakannya dalam perjalanan nanti.. jadi ikut saya terlebih dahulu”
“tung-tunggu apa lagi cepat… kita kesana”
@ the car
Aku sangat merindukannya merindukan luhan hyung!! Sudah lama aku tidak bicara dengan nya maksudku bertemu dengan nya, tapi… ada apa sebenarnya?
“jadi apa yang terjadi dengan nya?”tanyaku to the point
“beliau baru saja siuman dari komanya sekitar 5 bulan yang lalu… dan langsung menyuruh saya untuk mencari anda, katanya ingin menyampaikan sesuatu sebelum….”kata-katanya terputus terlihat dia sedang menimbang-nimbang sesuatu
“sebelum apa?”tanyaku sedikit berteriak sangking tidak sabarannya
“sebelum beliau pergi..” pergi?
“pergi? Kenama?”
“maaf tapi saya tidak tahu saya hanya disuruh menyampaikan itu saja”
“lalu kenapa dia bisa koma?”
“itu juga… beliau bilang biar dia sediri yang menyampaikannya”
.
.
.
Ke diaman keluarga Xi, Gwangju
12.43 PM
“luhan hyu…” senyum yang mengembang di bibirku beransur-ansur hilang saat melihat kondisinya, tuhan…. Petapa mengenaskannya ia sekarang… aku menutup mulutku dengan kebua tanganku berusaha agar tidak berteriak. Kini… anggota tubuhnya tidaklah lagi utuh… kedua kakinya di amputasi hingga kelutut, tangan kirinya di gips, kepalanya diperban, dan aku juga tidak kaget kenapa dia tidak dirawat dirumah sakit dan malah memilih untuk dirawat dirumahnya sendiri, karena dia benci rumah sakit…
“hyung…”panggilku dengan suara kecil yang hamper berbisik
“se-sehun-ah…. Hun-ah..”dia terihat memandang keseluruh sudut kamar mencari sosokku yang mungkin tidak bisa lagi ia lihat. Tes…. Aku tidak bisa lagi menahan air mataku aku menangis sejadi-jadinya, ku langkahkan kakiku mendekat lalu duduk di salah satu sudut ranjangnya, dia mendekat dan berusaha menyentuh wajahku
“hun-ah uljimayo… aku mohon… berhentilah menangis..”ucap luhan yang juga mulai terisak
“hyung… kenapa kau bisa begini? Hah? Kenapa kau pergi tiba-tiba kenapa? Kembali dengan kondisi separah ini kenapa?? Kenapa kenapa hyung!!”
“mianhae… jeongmal mianhae… naega jalmeothaesseo… aku yang salah, tidak bisa menjaga diriku dengan benar… aku yang salah karena kembali kepadamu dengan kondisi yang tidak sempurna, aku yang salah sampai tidak bisa lagi melihatmu, semua salahku, maaf karena aku tidak bisa mencarimu sediri dan malah berbaring disini… aku merindukanmu hun-ah…”luhan melepaskan pelukannya
“tapi kenapa? Kenapa bisa seperti ini?”
Flashback
Luhan POV
“rapat kita akhiri sampai disini”ucapku menyudahi rapat hari ini
Dret…dret..dret.. handphone ku bergetar menandakan apa pesan masuk, segera kurogoh saku jasku dan melihat siapa yang mengirimkan sms. Hatiku berdegup kencang saat melihat nama yang terpampang di layar hpku ‘baby hun’ segera kubaca pesan singkat yang ia kirim
From : baby hun
Hyung!! Aku sudah sampai di Korea !! bisakah kau menjemputku?
Dia dudah sampai dikorea? Benarkah? Berarti aku akan segera mertemu dengan bayi kecilku?malaikatku? my own miracle?
To : baby hun
Jinjja? Kenapa tidak bilang sebelumnya?? Kan aku bisa menunggumu di sana!!
Kau jahat sekali!!
 
From: baby hun
Mianhaeyo hyung.. aku bermaksud ingin memberikanmu kejutan!!
 
To: baby hun
Cih kejutan! Mana ada orang yang ingin memberikejutan tapi memintaku menjemputmu! Dasar… baiklah tunggu aku disana 1 jam lagi aku sampai
 
From: baby hun
Hehehe… hm arasseo, gomawoyo… akan kutunggu…
 
Dengan cepat kumenuju ruanganku untuk bersiap, ku pakai jas yang sedari tadi kutenteng sengaja tidak kupakai karena cuaca panas sekali.. ku ambil kunci mobilku, kuberalih ketelepon yang ada dimeja kerjaku lalu menekan angka satu untuk menghubungi sekertaris jang “aku akan keluar sebentar jadi jika ada yang mencariku bilang aku ada urusan penting” “baik pak”
Setelah itu aku segera bergegas keparkiran lalu menyalakan mesin saat aku sudah berada didalamnya, siap untuk berangkat….
Author POV
Luhan terlihat sangat bahagia, mengingat sebentar lagi dia akan bertemu dengan sehun, dia mulai menjalankan mobilnya tapi ia lupa untuk memasang sabuk pengaman.
Semua baik-baik saja, sebentar lagi dia akan sampai hanya butuh melewati 2 kali mampumerah lagi maka dia akan sampai…. Dia terlalu bahagia sehingga dia tidak sabar untuk segera bertemu dengan sehun, untuk mempersingkat waktu, ia mempercepat laju mobilnya,ia tidak usah repot-repot berhenti untuk menunggu lampunya sampai berubah menjadi hijau kerena memang saat itu lampunya sudah hijau, tapi dia tidak menyadari ada truk besar dari arah kiri yang memang saat itu mungkin sedang terburu-buru hingga melangkar lampu merah, dan akhirnya truk itu dengan sempurna menyenggol, lebih tepatnya menghantam mobil sport biru milik luhan hingga membuat mobil itu berguling hingga berkali-kali, luhan yang tidak menggunakan sabuk pengaman telah terlempar keluar saat mobilnya berputar untuk yang kedua kalinya.
Darah segar mengalir dari sekujur tubuh luhan, kedua kakinya terkena beberapa pecahan kaca yang ukurannya cukup besar hingga mampu merobek kulit mulus luhan hingga tulangnya yang patah dapat dengan bebas keluar dari permukaan kulitnya yang seputi susu kini berubah warna menjadi merah kehitaman. Tangan kirinya telah berputar 180 detajat kebelakan sehingga memutuskan nadi-nadinya. Kepalanya yang sempat terbentur aspal kerkali-kali karena terhempas mengeluarkan cukup banyak darah. Beberapa tulang rusuknya remuk. Dan matanya terkena beberapa serpihan kaca kecil, sehingga membuatnya tak mampu membuka matanya
Orang-orang mulai mengelilinginya melihatnya dengan tatapan simpatik bercampur rasa jijik, dan tak jarang sebagian dari mereka yang mulai mengeluarkan isi perut mereka karena melihat kondisi luhan yang sangat mengenaskan,mereka muntah..
Semua orang terlihat keget saat tubuh luhan perlahan bergerak meronta-ronta, mulut kecilnya terus saja mengeluarkankan darah, dia hamper saja mati karena mengeluarkan banyak darah, tetapi tuhan berkata lain sedari tadi saat kejadian salah satu dari kerumunan orang itu telah menghubungi 911 dan rumah sakit, jadi setidaknya dia bisa terselamatkan.
Sirine ambulan dan polisi menggema secara hamper bersamaan membuat sedikit kegaduhan, kerumunan itu sedikit membuka bermaksud memberikan jalan kepada polisi maupun perawat mempermudahkan tugasnya
Luhan telah berhasil dinaikkan ketandu, lalu bergegas membawanya ke dalam ambulan untuk mendapatkan perawatan secepatnya
Alat pembantu pernafasan berulang-ulang kali berusaha dipasangkan kearah luhan namun luhan berulang-ulang juga menangkisnya dengan tangan kenannya yang masih utuh “sehun-ah jeongmal mianhae”gumam luhan sebelum akhirnya menutup matanya
Flashback END
Sehun yang telah mendengar semua dari bibir kecil luhan tidak mampu lagi mengeluarkan air matanya, ia terlalu shock saat ini
“hun-ah..’suara lembut itu kembali terdengar, sehun mendongakkan kepalanya untuk menatap mata luhan walaupun ia tidak bisa lagi melihat kehangatan disana tidak bisa lagi melihat tatapan jenaka yang dulu selalu ia sukai
“hun-ah… walau aku tidak bisa lagi melihat wajahmu, tapi aku bahagia masih dapat menyentuh dan berbicara denganmu untuk yang terakhir kalinya… ingatlah aku akan selalu ada untukmu walau kita tidak bisa lagi beriteraksi seperti sekarang ini…”
“hentikan hyung … jangan katakana lagi, aku mohon jangan bicara sepeti itu!! Kau dapat bertaha dan itu membuktikan bahwa kau masih bisa hidup, jangan takut kau akan bisa melihatku lagi hyung, kita akan melakukan transportasi mata… jangan takut tidak bisa melihanku lagi.. aku mohon hyung beratahlah, semua akan baik-baik saja”
“ssssttt… jangan menangis lagi. Sudah terlambat, semua tidak akan baik-baik saja, ayolah sehun.. kau menemuiku hanya untuk menangis dihadapanku?”
“omong kosong!! Kau kan tidak bisa melihatku mana mungkin kau tahu aku menangis atau tidak!!”
“hey anak kecil!! Matamu memang tidak menangis tapi disini…(luhan menyentuh bagian dada kiri sehun) hatimu menangis untukku…”
“hyung….”
“em..”
“akankah ada kehidupan selanjutnya?”tanya sehun polos
“hahaha kenapa? Kau mau hidup bersamaku? Memangnya apa harapanmu?”goda luhan dengan senyum manis yang mengenbang di bibir mungilnya
“ne.. aku ingin di kehidupan selanjutnya kita bersama selamanya…entah tetap ber wujud pria atau berubah menjadi wanita, aku ingin memilikimu dan menjadi milikmu, sesederhana itu”
“hem… semoga…”
Hening…
“hyung… “
“em… ?”
‘jika aku berubah menjadi gadis di kehidupan selanjutnya aku ingin kau mengingat manaku ini ‘oh luna’ mengerti?”
“luna? Kenapa luna?”
“entahlah… tapi bukankah jika menikah margaku akan berubah.. jadi kalau oh luna akan berbah menjadi xi luna bukankah itu kedengarannya keren?”
“oh luna??? Xi luna?? Hehehe tidak terlalu buruk.. baiklah miss luna.. “
“hyung…”
“em..?”
“maaf.. karena aku masuk kekehidupanmu sehing kau yang harus menerima semua ini”
“anniyo… aku bahagia memilikimu di dalam hidupku…” chu~(luhan mengecup lembut kedua mata sehun seperti apa yang biasanya ia lakukan dimasa lalu) “saranghae…”bisik luhan lembut.
“nado…. Saranghae lunie….”balas sehun, luhan tersenyum mendengar jawaban cinta pertama dari sehun untuk yang pertama dan terakhir baginya
“sampai jumpa.. dikehidupan selanjutnya hunie”ucap luhan lalu terjatuh di pelukan sehun
“hem.. tidurlah dengan tenang….”
-10 oktober 2017-
Pemakaman Seoul
08.10 AM
Seorang pria memberi hormat di depan keempat makam, lalu menaruh beberapa borol soju dan beberapa batang rokok didepan makam pertama “appa …. Maaf aku baru bisa datang sekarang karena sibuk mengurus perusahaan appa yang ada di jeju… aku merindukanmu appa…”
Kemudian dia beralih kemakam kedua, dan menaruh bebetapa lollipop dan es cream juga di tempatkan metempat yang sama “sena-ya… oppa kembali!! Bagai mana disana? Apa kau memiliki bangak teman? Oppa sangat merindukanmu!!!”
Dia kembali menarus beberapa batang cokelat dan seikat purple rose kesukaan mantan kekasihnya kai, lalu menaruhnya pada makam ketiga “chagiya!! Aku merindukan mu!! Kenapa akhir-akhir ini kau jarang muncul di mimpiku? aku kan ingin curhat kepadamu!! Dasar jahat!!”
Dan pada makan yang terakhir, dia sempat terhenti sebentar lalu menatap makam itu nanar… tenggelam pada ingatan-ingatan mesalalunya bersama luhan… cinta terindahnya. Dia tidak membawa apa-apa untuk luhan tidak seperti yang lainnya “hyung… aku tidak membawa apa-apa lagi… bukankah aku sudah sering bilang sebagai gantinya aku akan mengucapkan ini ‘saranghae’setiap harinya karena selama bertahun-tahun aku tidak pernah mengatakannya walau aku ingin melakukannya, maka dari itu aku akan menghabiskan sisa hidupku hanya mencintaimu seorang, dan memastikan kau orang terakhir yang menerima kata-kata ini” sehun mendekat kebatu nisan milik luhan laku mengecupnya singkat “saranghaeyo luhan hyung”
“sehun-ah..””oppa””chagiya””hun-ah” sehun menoleh kearah suara itu lalu tersenyum mendapati keempat orang yang sangat ia sayangi itu
“selamat tinggal….”ucap keempat arwah itu
Sehun mengangguk lalu berucap “I love you, so goodbye….” Kemudian bayangan itu menghilang
.
.
.
Pria tampan itu sedang terduduk di bangku taman menikmati musim kesukaannya yaitu musim gugur
Matanya menangkap 2 anak kecil yang sedang bermain dengan gembira, tampa sadar ia tersenyum saat melihat kedua anak ku mendekat kearahnya
“luhan oppa… aku mencintaimu !! tidak bisakah kau menerimaku??”ucap gadis kecil yang sedang mengikuti anak laki-laki tampan itu dari belakang
“mianhae luna-ya… kita masih kecil, lebih baik kita berteman saja dula ya..’jawab anak laki-laki itu lembut sambil tersenyum manis kepada gadis kecil itu
Gadis kecil itu pun mengangguk lalu tersenyum ke arah anak laki-laki itu”tapi izinkan aku mengatakannya setiap hari,dan menghabiskan sisa hidupku hanya mencintaimu seorang, lalu memastikan kau orang terakhir yang menerima kata-kata ini… (gadis itu lalu mendekat) saranghaeyo luhan oppa”gadis itu kembali tersenyum dengan manis saat melihat lawan bicaranya mengangguk
“Luhan??? Luna???”ucap sehun bingung kepada kedua anak itu, sedangakan kedua anak itu hanya menatapnya bingung
-THE END-
Hehehe… gimana? Bagus gak? Aku mau bilang bagian akhirnya itu karanganku… so jangan dianggap serius ok ok~ kkkk
 
Sekali lagi… thanks for read!!
 
Saranghae… geurigo gomawo…. *bow bareng EXO*
 
Annyeong!!! See you next ff muachhhhh :* #plakk

Oppa……

2

Oppa……
Cast : Kim joonmyeon (EXO)
Park jiyeon (T-ara)
Sehun (exo)
Author : Thalia (kim ki yeon/ takara miyuki/shiang chen)
Genre : family, sad and angst
Gambar
-Oneshoot-
Klo ada yang udah pernah baca ff dengan judul yang sama tapi berbeda cast tenang aja aku gk ngeplagiat kok… ff ini murni dari otakku, Cuma karna mau aku kirim ke blok ini, jadi tak ganti castnya….
Mohon… keritik dan sarannya ya.. terimakasih *bow*
Let’s read~~
Tin… tin…. Tin…
“jiyeon-ah!!!! sampai kapan kau mau berdiri di sana hah? Ayo cepatlah sedikit kita hampir terlambat!! Oppa ada rapat hari ini!!” teriak seseorang dari dalam mobil
“aku tahu, tunggu sebentar!!! oppa selalu saja memikirkan diri sendiri!!!”
“kalau sudah tahu, kenapa masih disana? Cepat!!”
~~~
“oppa akan jemput kamu nanti!! Jangan pulang naik kendaraan umum!! Mengerti?” perintah orang yang menyebut dirinya dengan sebutan oppa itu.
“baiklah” jawab gadis yang ada di sebelah laki-laki itu.
jiyeon POV~
“huh selalu saja terburu-buru!! Dia bahkan tidak mengucapkan kata-kata sebelum pergi!! Oppa macam apa dia!!” kesalku setelah turun dari mobil oppaku. Dia memang bukan oppa kandungku, aku di adopsi oleh keluarganya. Tapi sekarang kami hanya tinggal berdua, kami susah sekali untuk akrap. Dimanapun, kapanpun kami selalu saja bertengkar karena hal kecil.
Oh iya, aku belum memperkenalkan diriku, namaku park jiyeon, aku adalah anak angkat dari keluarga kim. Lucu bukan ? seharusnya aku merubah margaku, tapi aku berkesi keras tidak mau mengubahnya, karena merutku margaku itu mungkin suatu saat dapat mempertemukan aku dengan keluargaku kembali. Tapi sampai sekarang, aku sama sekali belum tahu siapa dan seperti apa keluargaku.
Kakakku bernama kim joonmyun ,dia anak satu-satunya dikeluarga kim, setidaknya sebelum aku masuk dan menjadi salah satu anggota keluarga kim. Kami berbeda 9 tahun, cukup jauh bukan? Sekarang aku berumur15 tahun. (author ngasal buat umurnya)
@ class
Seperti biasa aku selalu duduk di pojok kelas, aku tidak punya teman. Semua selalu menjauhiku. Sangat menyedihkan bukan?
Membaca buku sambil mendengarkan music, itu aktivitas favoriteku jika sedang mendapat tatapan super dingin dari orang-orang aneh ini, atau mungkin aku yang aneh?
Minggu depan acara perpisahan sekolahku, dan aku akan berpidato. Jujur saja aku sangat canggung!! Semua datang dengan orang tua mereka, sedangkan aku? Aku hanya memiliki oppa yang sangat menyebalkan itu.
Clekk…
Leeteuk songsaengnim sudah datang. Dia membawa setumpuk surat. Sepertinya surat undangan untuk perpisahan sekolah. Oh… bertapa bagusnya ini!! Sangat menyebalkan!! Aku harus memohon kepada oppa agar ia dapat meluangkan waktunya untuk datang. Pasalnya dia itu kan sangat sibuk mengurus perusahaan mendiang appa. Menyebalkan!
~~~
@ house
“oppa… cepat turun, makan malamnya sudah siap” kataku sembari mendekati oppaku yang sedang sibuk kerja di meja kerjanya.
“hem oppa tahu, kau turunlah dulu, nanti oppa akan kebawah setelah ini selesai”jawabnya cuek.
“oppa!!! Tinggalkan saja dulu perkerjaan konyol itu!!!! Oppakan tahu aku paling benci makan sendirian!!!”kesalku,melihat kelakuannya yang cuek itu.
Dia melirikku kesal “oppakan tidak bilang kau akan makan sendiri, oppa hany” “oppa!!”potongku kesal,sembari memukul meja kerjanya.
“arraseo… maaf.. tunggu sebentar”
~~~
@meja makan
“oppa.. kau tahukan kalau minggu depan ada perpisahan?”tanyaku
“….”
“oppa.. kau mendengarku?”
“….”
“OPPA!!!”
“apa??? kau ini tidak sopan berbicara jika sedang makan!!!”
“tapi oppa” “sudahlah jangan basa-basi lagi, kau mau apa, jika minggu depan ada perpisahan?”
“cepat sekali kau mencerna kata-kataku, aku ingin kau meluangkan waktumu, bisakan? Kumohon datanglah… apa kau tidak mau lelihatku berpidato?”
“kau ini, kaukan tahu sesibuk apa aku ini!!!”
“tapi oppa.,.kumohon datanglah  eung…”mohonku
“baiklah oppa tahu, akan oppa usahakan”
“Benarkah? Thank you oppa”girangku “kuharap dia benar-benar akan datang”batinku berharap
~~~
@school~ 1 week later
“jiyeon-ah apa kau sudaah siap?”tanya leeteuk songsaengnim
“eh?”
“sebentar lagi giliranmu!!”
“ah.. hm.. aku sudah siap”
“baiklah..”katanya dan beranjak pergi
“tunggu… saengnim, apa kakakku sudah datang?”cegahku
“aku tidak tahu”
“baiklah,terimakasih” dia tersenyum dan pergi
“oppa kau di mana? Sebentar lagi giliranku!! Oppa tidak lupakan?”batinku bertanya-tanya
~~~
@ joonmyun office~joonmyun POV~
“presdir.. yang lain sudah menunggu, rapat akan segera dimulai”kata sekertarisku mengingatkan
“hm.. baiklah, ayo”
~~~
Aku terus melihat jam tanganku,”sebentar lagi waktunya”batinku. Sial karna acara itu aku jadi tidak focus dengan rapat ini, apa yang mereka katakan saja aku tidak mendengarnya.
“sudah waktunya!!! Aku terlambat!!”kataku tak sadar, dan memdapat tatapan aneh dari semua rekan kerjaku.”aish!! sial”batinku,kesal
“maaf.. rapat kita akhiri sampai disini, lain waktu kita lanjutkan”sesalku
Aku beranjak ke parkiran tampa membereskan dokumenku, masabodolah yang penting aku harus cepat sampai disana, aku tidak mau mengecewakannya!!! Langkah pertama aku harus beli bunga terlebih dahulu. akupun segera menyalakan mobilku dan beranjak pergi.
~~~
@school party~ jiyeon POV~
“jiyeon-ah~ bagus sekali pidatomu!! Kau mengang sangat berbakat”puji leeteuk songsaengnim
“terimakasih”balasku.
“saengnim apa kakakku sudah datang?”tanyaku
“sudah, dia baru saja datang tadi”jawabnya
“eh? Baru datang?”tanyaku tidak percaya dan langsung lari mencarinya
Aku terus berlari mencarinya, tapi kenapa aku belum melihatnya? Aku sudah sangat lelah!! Sekarang tubuhku penuh dengan keringat,semua memandangku dengan pandangan lucu!!! Perduli apa aku pada mereka!!“oppa kau dimana!!”batinku kesal
“jiyeon-ah~”panggil seseorang.suara itu serontak membuatku membalikkan tubuhku.
“oppa”
“jiyeon-ah, oppa datangkan hehehe ini bunga untuk mu”katanya dengan senyuman yang terukir begitu indah yang terlihat sempurna di wajahnya.aku segera mengambil bunga yang ia berikan.
Aku benar-benar sangat bahagia, ini pertama kalinya ia datang untuk melihatku.”terimakasih kau telah datang oppa”girangku dan langsung memeluknya erat.
Joonmyun POV~
Dia terlihat begitu bahagia, ini pertama kalinya setelah 7 tahun tinggal dengannya, ini pertama kalinya aku melihat dia tersenyum!!! Baruku sadari senyumannya begitu indah.aku berjanji aku tak akan pernah membuatmu kecewa lagi, dan aku akan terus membuatmu bahagia agar aku dapat melihat senyumanmu yang memabukkan itu.
Dia mengambil bunga yang aku berikan, wajahnya benar-benar memerah sekarang.
“terimakasih kau telah datang oppa” dan aku benar-benar tersentak dibuatnya, bagai mana tidak tubuhnya yang mungil kini dengan mudahnya memelukku dengan sangat erat. Sekali lagi ini pertama kalinya dia memelukku, tidak ini pertama kalinya kami saling memeluk satu sama lain, aku tidak tinggal diam aku membalas pelukannya lebih erat, egois.. kurasa dia tidak bisa bernafas sekarang.
“opp..paa.. aku ti dak bisa bernafas”katanya yang terlihat sulit untuk bernafas. “oh, maaf”jawabku dan melonggarkan pelukanku agar dia dapat bernafas.
“kapan?”tanyaku menggantung
“kapan apanya?”tanyanya yang tak mengerti maksudku
“katanya kau akan berpidato? Kapan giliranmu?”tanyaku penasaran.
Perkataaku serontak membuatnya, melepaskan pelukanku dengan kasar.”jadi oppa tidak melihatnya?”tanyanya dengan mata yang memerah”apa dia menangis?”batinku bertanya-tanya.
Aku mengagelengkan kepalaku pelan,aku tidak mengerti apa yang ia maksudkan.”memang melihat apa ?”tanyaku dengan polosnya
“kau benar-benar jahat oppa!!!!”kesalnya dan berteriak. Ada apa sebenarnya. Dia memukulku dengan bunga yang tadi kuberikan untuknya, lalu lari entah kemana, baru saja aku berhasil membuatnya tersenyum, tapi kini, aku malah membuatnya menangis, dasar bodoh!!. Aku memutuskan untuk mengejarnya, tak mau kehilangan sosoknya, tak mau ada sesuatu yang terjadi. Perasaanku saat ini benar-benar tidak mengenakkan!!. Kumohon tuhan selamatkan dia!!!
Jiyeon POV~
Lihat betapa bodohnya aku mempercayainya!!! Tidak mungkin orang sepertinya akan menapati janjinya!! Dasar bodoh. Aku terus berlari tampa tahu kemana arahku. Tiba-tiba truk besar berlari kencang menuju arahku, kumohon selamatkan aku tuhan.
Tin..tin..tin…….
“nona awas!!!!!!!!!!” teriak seseorang dan berlari kearahku. Dia menarikku kedalam pelukannya. Sakit sangat sakit rasanya tubuhku seperti hancur. Orang ini terluka karena menyelamatkanku, bagaimana ini??? “nona kau tidak apa-apa?”tanyanya yang masih sempat-sempatnya memikirkan keadaanku, sedangkan keadaannya lebih mengenaskan lagi dariku. Bagaimana tidak kami terhempas karena tertabrak truk besar.
Aku sudah tidak kuat lagi,benar-benar!!! Tapi laki-laki ini terus memelukku memberikan kehangatan agar aku tenang dan percaya semua akan baik-baik saja.
“jiyeon-ah~~~~” “oppa…”semua menjadi gelap.
~~~
@ hospital~joonhyun POV~
2 jam lebih aku menunggu. Tapi kenapa dokter itu belum keluar.kumohon selamatkan dia.
5 menit lemudian
“apa anda keluarganya park jiyeon”tanya dokter yang baru saja keluar dari ruangan di mana jiyeon sedang di rawat sekarang.
“iya, saya keluarga satu-satunya”jawabku dengan tempo cepat.
“mari, ikut saya ke ruangan saya”perintahnya. Aku hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakang
@ the doctor’s office
“bagaimana keadaannya dokter?”tanyaku pensaran
Dia menghela hafas saat sebelum ia memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi.
“bagainama dok? Cepat jawab!!!”kesalku tak sabaran
“tenanglah dulu… adik anda kehilangan begitu banyak barah, jantungnya sangat lemah dan dia harus melakukan transportasi jantung secepatnya kalau tidak dia hanya bisa bertahan sampai 3 hari kedepan”jelasnya panjang lebar. Perkataannya benar-benar membuatku tersentak.apa tiga hari???? Ini sangat tidak masuk akal.!!
“kau dokter.. kumohon selamatkan dia!! Akan ku bayar berapapun yang kau inginkan.”mohonku
“kami akan melakukan yang terbaik, tapi yang kami butuh saat ini adalah sukarelawan, dan mencari jantung pengganti itu yang paling sulit. Kita harus mencari orang yang bersedia mati dan memberikan jantungnya itu kepada adikmu”jelasnya lagi.
~~~
Ini sudah hari kedua semenjak hari yang mengerikan itu. Jiyeon masih belum sadarkan diri, dan akupun masih belum bisa menemukan sukarelawan itu!! Aku sudah melakukan semuanya, aku meninggalkan pekerjaanku, dan menghabiskan hariku hanya untuk memcari sukarelawan untuk jiyeon.
“jantung yang dibutuhkan harus cocok”aku kembali teringat perkataan dokter itu. Saat aku berpikir apa jantungku cocok dengannya? Tidak kami bukan saudara kandung!!! Tunggu saudara kandung?
Flashback~
Aku mendengar suara ribut dari kamar appa dan eomma, aku penasaran apa yang mereka ributkan malam-malam begini. Aku memutuskan untuk menguping sebentar
“yeobo~ izinkan aku mengadopsi anakku”mohon appa kepada eomma, apa maksud appa ??? anak appa ya aku. Untuk apa lagi aku di adopsi??
“bukankah kau berjanji akan melupakan anak harammu bersama orang itu?”tolak eomma, apa anak haram??? Siapa yang di maksud eomma? Orang itu? Orang itu siapa?
“kumohon, panti asuhan itu akan bangkrut!! Aku tidak mungkin membiarkannya di buang begitu saja!! Komohon yeobo”
“baiklah silahkan kau adopsi dia tapi jangan harap aku akan menerimanya dengan lapang dada!!!”
Flahback END~
“apa anak haram yang di maksud eomma itu jiyeon? jika memang benar, seharusnya kami saudara kandung!!!”
Tapi apa daya semua sudahku lakukan untuknya tapi hasilnya masih nihil, tunggu!! Semuanya? Kurasa belum!!
Aku langsung beranjak dari tempat dudukku, dan berdiri di samping jiyeon.
“jiyeon-ah, oppa harap kau bisa menjaga jantung oppa ini, hiduplah dengan bahagia dan penuh senyum, dengan begitu oppa akan selalu hidup bersamamu, malalui jantung ini, oppa mencintaimu, sangat!!!”
~~~
@ the doctor’s office
“bagaimana dok ? apa jantung saya cocok?”
“hem… 97% cocok tapi…..”
“tapi apa?”
“apa kau siap untuk kehilangan nyawamu? Kemungkinan akan berhasil hanya 30%”
“Apapun aku saya lakukan dok!! Mohon ambil jantung saya”
“maaf  saya tidak bisa..”
“Apa sulitnya ? kau hanya butuk mengambil jatungku!!!”kekesalanku benar-benar sudak sampai puncak
Aku lari kearah parkiran dengan kencang. Yang ada di pikiranku sekarang adalah bagaimana caranya aku agar dapat cepat memberikan jantung ini kepadanya.
“joonmyun-ah…. Joonmyun-ah!!!”aku tidak perduli!! Persetan dengan panggilan itu!!
Mobilku kini melaju dengan sangat cepat. “jiyeon-ah…. Suatu saat nanti, di kehidupan berikutnya… oppa ingin kau menjadi milikku, mungkin cinta ini memang cinta terlarang, tapi aku tidak bisa membohongi diri terus meneruskan? Ambillah jantung ini dan hiduplah dengan bahagia oppa aku selalu menjaga dan mengawasimu dari atas sana….. oppa mencintaimu park jiyeon” tetes demi tetes air mataku kini telah membanjiri kedua pipiku.
Aku menyetakkan stir mobilku,dan…
~~~
@ 5 years later~ jiyeon POV~
“oppa aku kembali lagi, kali ini aku tidak sendirian!! Aku datang bersama calon adik iparmu hahahaha lucukan? Oppa bagaimana kabarmu? Kau baik-baik sajakan? Kini aku telah berhasil oppa!! Kini aku terlah mencapai impianku untuk menjadi penyanyi!! Oppa jantungmu Ini benar-benar kuat!! Aku berlatih dance telama 3jam tapi aku tidak merasa lelah sama sekali!! Kini aku dapat tersenyum dan bahagia bersama jantungmu oppa. Terimakasih atas segala yang kau berikan, minggu depen aku akan menikah dengan oh sehun!! Kau ingat? Orang yang waktu itu menyelamatkanku? Dan kau tahu ? ternyata dia adalah temanku sewaktu di panti asuhan!! Dan dia juga cinta pertamaku oppa. Aku salalu berharap kau akan selalu ada di saat aku menikah nanti mendampingiku menuju altar pernikahanku, tapi kini kau telah tidur dengan tenang di sana! Oppa aku sangat menyayangimu, sangat!! Aku selalu percaya kau akan selalu menjagaku kan?? Bahkan setelah aku menikah nanti..”air mataku hampir saja terjatuh dari peluk mataku, aku tidak boleh menangis disini!!.
“sehun oppa ayo kita pergi”ajakku dan menaruh bungat  yang kami bawa, dan membungkuk memberikan salam perpisahan didepan altar makam yang bertuliskan  kim joonmyun dengan jantung, yang hidup di tubuh orang tercinta.
“ayo..”ajak sehun oppa. Kamipun berjalan menjauhi makan oppaku yang sangat aku cintai
“selamat tinggal oppa..”batinku menangis
_tamat_
Gmn?? Bagus gk?? Thanks udah mau baca ff gaje ini *bow bareng EXO*
Saranghaeyo my lovely readers!!!!