I Love You, So Goodbye….


I Love You, So Goodbye….
Author           :Thalia (kim kiyeon/ takara miyuki/shiang chen)
Tittle             : I love you, so goodbye….
Cast             : Oh sehun (EXO)
                        Xi Luhan       (EXO)
Support cast  : Kim jong in, sehun’s appa, sena (sisanya bica cari tahu sendiri)
Genre            : angst, sad romance, YAOI!!!!
Length           : oneshoot
I’m back!!!!!! Aku balik lagi dengan membawakan ff yaoi ke dua ku yang tentu saja dengan genre favoriteku yaitu angst dan sad romence!!!! Kkkk~ …. FF yaoi pertamaku tentang baekyeol!! Yang judulnya It’s you..ok kita lanjut aja ok..
 
Alur ceritanya 100% milik author!! Idenya 100% dari author!! Pokonya ini real dari otakku
 
Udah lah ya… jangan dibahas lagi, langasung aja
 
Happy reading our lovely readers….. chu~ #plakk
.
.
.
-27 september 2002-
Wushhhh…. Angin lembut membelai hangat ranbutku, sambil terduduk termenung di bawah pohon rindang dan di temani cicauan burung serta guguran dedaunan yang telah mengcokelat mewarnai sore hariku yang terasa sangat membosankan ini… memang sudah memasuki musim gugur, musim yang palingku sukai!! Tapi entah kenapa musim gugur tahun ini terasa sangat membosankan, lebih tapatnya sangat menyakitkan. 1 minggu yang lalu kekasihku kai, dengan malangnya nyawanya di renggut begitu saja oleh penyakit yang sangat mematikan itu…
Sungguh…. Mengingatnya membuatku ingin bunuh diri dan menyusulnya kesurga!! Air mataku telah mengering, gersang tidak ada lagi setetes air mata yang tersisa… karena satu minggu terakhir aku mengehabis kan hariku hanya untuk menangisi kepergiannya…. Konyol memang karena tidak bisa merelakan kepergiannya, lingkaran hitam dapat dengan jelas terlihat di kantong mataku. Tapi hari ini aku berjanji untuk tidak menangisinya lagi…. Sudah cukup!! semua orang yang kusayangi selalu pergi meninggalkanku dengan cara yang sama?
Pertama, ayahku dia meninggal tertabrak bus karena manyelamatkanku yang hampir tertabrak karena berlari tampa melihat kanan dan kiri sehinga tidak melihat ada bus yang melaju kencang dari arah yang berlawanan seolah ingin menghimpitku. Itu terjadi saat musim gugur…
Kedua, saat aku sedang bermain ditaman bermain dengan adikku sena, tampa sengaja aku memdorongnya hingga terjatuh keluar dari perosotan dengan posisi kepala dibawah. Itu juga terjadi pada musim yang sama…
Dan yang terakhir kai….seperti yang ku katakana diatas ia mengidap penyakit yang mematikan….dan seperti yang lainnya ini juga terjadi pada musim gugur…
Pasti sekarang kalian bertanya-tanya kenapa aku menyukai musim ini bukan nya malah membencinya….
Dan jawabannya adalah… *entahlah aku juga tidak tahu tentang itu… aku selalu berusaha untuk tidak membenci atau mengutuk musim itu, karena memang bukan kerena musih yang telah merenggut nyawa mereka,melainkan kelalaiankulah yang terlalu berlebihan pada saat musim itu sehingga melakukan hal-hal diluar kendaliku…. Memang tidak bisa di pungkiri bukan??? Pada saat musim itu benar-benar sangat indah!!! Aku sangat menyukainya
Kupaksa ragaku untuk berdiri, aku tigak boleh lagi seperti ini terus menerus bukan??? 1 minggu cukup bagiku!! Saatnya sekarang untuk bangkit kembali!! Bukankah kai juga ingin aku untuk tetap bahagia?
“berbahagialah… jangan termakan oleh keterpurukanmu!! Kau harus tetap hidup dan terus tersenyum walau sesakit apapun luka yang sedang kau rasakan, jangan biarkan seluruh dunia mengetahui dan menatapmu simpatik!! Karena itu bukan gayamu… tersenyumlah… hapus air matamu itu!! Sangat memjijikkan! jadi bahagialah untukku,  setidaknya untuk yang terakhir kalinya, aku mencintaimu oh sehun” itu kata-kata terakhirnya masih dengan sempurna berputar di otakku
Kulangkahkan kakiku menjauh dari termpat yang banyak menyimpan kenanganku bersamanya selama kurang lebih 5 tahun merajut kasih bersama… langkahku terhenti sejenak dan membalikkan tubuhku untuk melihat pahatan demi pahatan yang terpampang dengan jelas di batang pohon sakura yang besar itu “kai sehun selama lamanya”tulisan yang duluku anggap konyol, tapi sekarang benar-benar berharga bagiku… hanya sekali aku menatapnya lagi… ini yang terakhir kalinya, karena aku akan meninggalkan desa kecil ini dan pindah ke seoul untuk melupakan semuan kejadian-kejadian yang membuatku bahangia dan menderita…
Selamat tinggal appa, sena, kai aku sangat menyayangi kalian, dan maaf.. untuk semua yang telah ku lakukan
.
.
.
-19 maret 2005-
Café, Gapyunggun, gyeounggi-do
14.13 PM
“huh… lama sekali dia!!!”sudah setengah jam aku menunggunya disini!! Tapi dia belum juga menampakkan batang hidungnya!!
“yak!! Oh sehun…”seseorang menepuk bahuku kuyakin pasti itu dia..
“maaf ya.. apa kau sudah menunggu lama?”tanyanya yang sudah mengambil tempat duduk di depanku
“anniyo.. aku juga baru datang..”bohongku, sial… padahal tadi aku ingin berteriak kepadanya tapi begitu melihat wajah polosnya semua emosiku menguap begitu saja
“benarkah??”tanyanya dengan wajah pura-pura percaya
“sudahku bilang aku juga baru datang!!”luhan hyung selalu saja tahu kalau aku sedang berbohong
“hmm … begitukah?? Aigoo pria manis dihadapanku ini selalu saja berbohong… kau tahu? Bohong itu dosa…”godanya lagi dan mencubit pipiku gemas
“ah… appo!! Aku bukan anak kecil lagi hyung!! Jadi jangan menceramahiku terus!!”kataku pura-pura kesal aku sudah hafal betul apa yang akan ia katakan selanjutnya…..
“aigoo… hey anak kecil!!! Asal kau tahu, semua anak kecil pasti akan berkata seperti itu!! Dasar!!”benarkan!! kata-kata itu yang akan keluar…. Tapi masih ada lagi…
“tapi.. karena itulah aku sangat mencintaimu!!”bingo
“hyung!!  Berhentilah mengatakan hal yang menjijikkan itu!! Kupingku mulai panas!!”
“baiklah… aku tidak akan berhenti mengatakannya… hahaha”
“ah hyung!!”
.
.
.
-23 juni 2007-
Café, Gapyunggun, gyeounggi-do
13.14 PM
“hyung boleh aku bertanya sesuatu?”
“katakanlah….” Jawabnya dengan senyum manis di wajah malaikatnya
“hm…”aku sedikit menimbang-nimbang sebelum bertanya padanya takutnya nanti dia tersinggung “hyung.. kita sahabatkan? Kenapa kau mencintaiku?”
“entahlah… tapi aku bisa memberitahumu! Kau mau tahu?”
“kenapa???” tanyaku mendekat, lalu dia mendekatkan bibirnya kekupingku bermaksud ingin berbisik kepadaku
“karena…………. Aku …. Mencintaimu hahaha”tawanya semakin keras saat melihat ekspresi kesalku
“hyung!! Aku serius!!!”kesalku
“aku juga serius sehun-ah… aku sangat mencintaimu!! Dan aku tidak memiliki alasan apapun karena aku tidak mencintaimu untuk alasan!!” dia mulai lagi
“sudahlah sehun-ah.. tidak usah di jawab ya?? Kita ganti saja kepertanyaan yang lain!!”
“baiklah…. Kalau begitu….. kapan kau akan berhenti mencintaiku?”
“ jika aku bertemu gadis yang lebih manis darimu dan membuatku jatuh cinta kepadanya… mungkin aku akan mulai melupakanmu..”
“tidak munggkin!!”ejekku
“benarkan itu tidak mungkin!!”sejutunya pada ejekanku tadi
“aku mencintaimu oh sehun!!”
“mianhaeyo hyung aku belum bisa…”
“aku tahu.. aku akan menunggumu”
Kalian tahu kenapa aku selalu menolak luhan hyung?
Jawabannya sederhana, karena aku takut dia juga akan mengalami hal yang sama dengan appa, sena dan kai jika aku menyayanginya lebih dari teman
.
.
.
-11 mei 2009-
Sehun’s Home, Daechi-dong, Gangnam, seoul
06.20 AM
Saat aku ingin melindungimu,
 kau malah salah paham dengan apa yang aku kalukan..
 
Author POV
“hun-ah~ ileona.. sehun-ah~ hun-ah palli ileona hem… hun-ah”pria perawakan tidak terlalu tinggi dengan wajah kecil nan cantik itu terlihat kesusahan mem bangunkan pria tampan yang sedang tertidur itu, dengan sedikit mengguncang-guncangkan tubuh yang lebih besar darinya itu berharap orang dihadapannya itu agar segera terbangun.
Dengan suara merdunya itu dia memanggil nama pria dihadapannya dengan sangat lembut “hun-ah~ ayo bangunlah hem? Hun-ah” sedangkan sehun hanya menggrutu di balik selimutnya, pria itu berbalik dan membenamkan wajahnya ke dalam bantal
“hun-ah….”panggil pria cantik itu sekali lagi tapi tetap tidak ada jawaban
“hun-ah..”kini tangan luhan memegang pinggang sehun bermaksud ingin membalikan posisi sehun dan mulai mengangkatnya hingga kini pria tampan itu terduduk dihadapannya, dengan wajah yang terkantuk-katuk, dan mata yang masih terpejamnya itu, beberapa kali hampir terjatuh kalau saja luhan tidak cepat memengangnya
“hun-ah buka matamu…”ujar luhan lembut
“hem… aku masih mengantuk hyung…”dengan suara berat dan serak sehun menanggapi panggilan luhan
Chu~ luhan mengecup lembut kebua mata sehun bergantian
“bagaimana kau sudah tidak mengantuk lagikan?”tanya luhan lembut
“em..”jawab sehun sambil mengangguk dengan matanya yang sudah terbuka lebar
Sehun memang akan baru bangun jika luhan baru mengecup matanya, itu sudah err .. menjadi kebiasaan dan kebutuhannya
Dua pria itu saling menatap dan  memberikan senyuman hangat satu sama lain
“hyung..”manja sehun
“hmm..?”
“aku tidak mau sekolah.. aku mau istirahat di rumah saja.. ya”rengek sehun manja
“inikan memang hari minggu… untuk apa kau kesekolah?”ejek luhan
“benarkah?? Baguslah kalau begitu”cuek sehun dan beranjak kekamar mandi
“sehun-ah saranghae….”terdengar isakan kecil dari suara luhan
“hm… aku tahu..”jawab sehun yang tidak membalikan tubuhnya sama sekali untuk menatap luhan
“tapi kenapa kau tidak pernah membalas cintaku?? Apa kau masih belum bisa melupakan kai? Apa aku tidak pantas untuk menggantikan posisinya di hatimu?”kini air mata telah mengalir membasahi kedua pipi mulusnya dan menjelajahi setiap lekuk wajah mungilnya
“bukan seperti itu hyung aku hanya… hyung..”sehun langsung terlihat panic saat melihat luhan menagis sambil menatapnya nanar, terlihat sekali dikedua matanya bahwa dia benar-benar sakit dan sedih
Sehun berlutut dihadapan pria manis itu dan menghapus air mata luhan dengan lembut
“bukan itu maksudku, aku hanya ingin melindungimu hyung”sehun perlahan merengkuh tubuh mungil dihadapannya dan mengelus pelan punggung luhan bermaksud ingin membuatnya lebih tenang “kumohon… jangan salah paham hem.. aku tidak ingin kehilanganmu, itu saja”sambungnya lagi
Sehun melepaskan pelukkannya dan mengecup kilat kening luhan lembut, luhan hanya tersenyum manis melihat sehun memperlakukannya dengan sangat manis, berbeda dengan yang biasanya
“em.. araseo saranghae hun-ah”
.
.
.
-30 september 2011-
Luhan’s Home, Daechi-dong, Gangnam, seoul
11.16 PM
“mianhaeyo hyung…. Komohon jangan marah ya?”
“tidak.. aku tidak akan marah.. pergilah dan belajarlah dengan giat… lalu kembali padaku hem..”
“terimakasih hyung”
“aku akan menunggumu, 3 tahunkan?”
“ne..”
“baiklah… aku mencintaimu sehun-ah”
.
.
.
-22 febuari 2014-
Airport Incheon
12.15 PM
Aku kembali… tampa kau disini
Sehun POV
Pesawat yang membawaku kembali ke korea dari jepang telah mendarat. Aku tidak sabar ingin bertemu dengan luhan hyung! Aku sangat merindukannya!
Kukeluarkan sesuatu dari kantong celanaku dan mulai mengetik sesuatu disana, aku sedang mengirim sms untuk luhan hyung..
To : luhan hyung
Hyung!! Aku sudah sampai di Korea !! bisakah kau menjemputku?
Senyum lebar mengembang begitu saja saat aku mendapatkan balasan darinya
From : luhan hyung
Jinjja? Kenapa tidak bilang sebelumnya?? Kan aku bisa menunggumu di sana!!
Kau jahat sekali!!
 
To : luhan hyung
Mianhaeyo hyung.. aku bermaksud ingin memberikanmu kejutan!!
 
From : luhan hyung
Cih kejutan! Mana ada orang yang ingin memberikejutan tapi memintaku menjemputmu! Dasar… baiklah tunggu aku disana 1 jam lagi aku sampai
 
To : luhan hyung
Hehehe… hm arasseo, gomawoyo… akan kutunggu…
Kulangkahkan kakiku menuju salah satu bangku kosong yang tersedia, kuletakkan koper disamping kiriku lalu mengeluarkan MP3 dari saku jaketku, memasangkan headset ke kedua telingaku. Kulirik jam tangan yang melingkari tangan kiriku. Ayolah sehun!! Ini baru 10 menit!! Kenapa aku tidak sabaran sekali… ku pejamkan kedua mataku untuk menikmati aluhan music yang berputar di otakku,sedikit menggerak-gerakkan kepalaku.
Tidak terasa sudah berpuluh-puluh lagu yang kudengar tapi luhan hyung belum juga datang…sekali lagi ku lirik jam tanganku sudah dua jam aku menunggu… kenapa? Kenapa luhan hyung belum juga datang?
Kurogoh kembali saku celanaku, aku ingin menelponnya!! Berkali-kali aku ku ulangi tapi tidak satupun telponku yang diangkat karena memang hp nya mati!! Apa dia sengaja mematikannya? Ku ketik beberapa kata dan mengirimkannya pada luhan hyung…smsku pun juga tidak di balasnya.
Kakiku lemas, apa luhan hyung marah padaku? Apa mungkin sesuatu terjadi padanya? Itu tidak mungkin!!!
Jika aku bertemu gadis yang lebih manis darimu dan membuatku jatuh cinta kepadanya… mungkin aku akan mulai melupakanmu
Apa mungkin….. luhan hyung melupakanku karena sudah menemukan wanita lain?
Tes…tes…tes.. butiran-butiran Kristal terjun bebas dari kelopak mataku tampa aba-aba dulu dariku… tuhan.. kumohon jangan buat luhan hyung jatuh cinta kepada orang lain!! Karena aku belum sempat menyatakan perasaanku padanya!!
.
.
.
“ajusshi berhenti disini.. ini uangnya ambil saja kembaliannya”ku turun dari taxi yang tumpangin dan langsung memencet bell rumah luhan hyung, setidaknya aku harus mengucapkan perasaanku dulu bukan sebelum melepaskannya?
“hyung!! Hyung!! Luhan hyung! Ini aku oh sehun! Hyung aku mau bicara!!”setelah beberapa kali memencet bell tapi tidak ada tanggapan jadi kuputuskan untuk memanggilnya
Kenapa seperti tidak ada kehidupan di sana? Seperti tidak ada yang menghuninya
Baiklah aku tidak kehabisan akal, kuberalih kesebelah rumah luhan hyung untuk masuk lewat pintu belakang, tapi nihil pintunya juga di kunci! Aneh bukan kah luhan hyung tidak pernah menguncinya?
“sehun-ah apa itu kau?”ku balikan tubuhku untuk melihat siapa yang memanggilku
“omo ya!!ternyata benar kau!! Aigoo… kemana saja kau? Tiga tahun terakhir tidak pernah kesini lagi”
“ajumma? Shin ajumma?”
“ne.. kau masih ingin aku rupanya”
“ajumma luhan hyung…. Kemana luhan hyung?”
“eh..? luhan? Ah dia sudah pindah 1 minggu yang lalu.. karena … ah saya tidak tahu yang pasti kenapa, tapi dia sudah pergi…”
“mwo!!! Pergi? Kemana?”tanyaku gelagapan
“entahlah… sehun-ah bagaimana kalau kau mampir dulu kerumahku hem?”
“mianhae ajumma aku pergi dulu”
“ya!! Sehun-ah!! Mau kamana ? makan dulu sehun-ah!!”
.
.
.
-18 oktober 2015-
Flower Shop ‘FOREVER FLORIST KOREA’ seoul
08.10 AM
Akhirnya kau kembali… tapi, saat itu juga
aku harus kehilanganmu kembali…
 
“ajumma… tolong berikan seikat purple rose dan bunga lili..”ucapku yang sedikit berteriak dari ambang pintu
“arasseo… sehun-ah apa kau mau kepemakamam lagi?”tanya ajumma penjual bunga langgananku
“ne.. ini kan musim gugur.. jadi sudah saatnya aku pergi ke sana..”ucapku tersenyum sambil mendekat dan membantunya
“oh sehun sshi?”panggil seseorang
“nugu…seyo?”tanyaku bingun pada pria yang berdiri di depanku saat ini kelihatannya di orang kantoran
“hah…. Akhirnya saya menemukanmu… tuan..” tuan? Apa maksud nya? Menemukanku apa?
“maaf apa yang sebenarnya sedang anda bicarakan?”
“mari ikut saya kesuatu tempat..”ajaknya
“suatu tempat? Kenama? Tapi maaf hari ini saya sedang sangat sibuk”tolakku dan lansung mengambil bunga yang sudah di rangkai ajumma untukku
“ini ajumma uangnya saya pergi dulu ya…”pamitku sambil membungkuk 90 derajat dan beranjak ingin keluar tampa menghiraukan laki-laki aneh itu
“maaf tuan tapi ini menyangkut luhan sajangnim”
DEG
lu-luhan hyung? Nama yang begitu aku rindukan? Bunga yang sedari tadi kugenggam jatuh begitu saja akupun dengan cepat membalikan tubuhku dan mulai serius mendengarkan apa yang akan dia katakana selanjutnya
“beliau memerintahkan saya untuk mencari anda, saya akan menceritakannya dalam perjalanan nanti.. jadi ikut saya terlebih dahulu”
“tung-tunggu apa lagi cepat… kita kesana”
@ the car
Aku sangat merindukannya merindukan luhan hyung!! Sudah lama aku tidak bicara dengan nya maksudku bertemu dengan nya, tapi… ada apa sebenarnya?
“jadi apa yang terjadi dengan nya?”tanyaku to the point
“beliau baru saja siuman dari komanya sekitar 5 bulan yang lalu… dan langsung menyuruh saya untuk mencari anda, katanya ingin menyampaikan sesuatu sebelum….”kata-katanya terputus terlihat dia sedang menimbang-nimbang sesuatu
“sebelum apa?”tanyaku sedikit berteriak sangking tidak sabarannya
“sebelum beliau pergi..” pergi?
“pergi? Kenama?”
“maaf tapi saya tidak tahu saya hanya disuruh menyampaikan itu saja”
“lalu kenapa dia bisa koma?”
“itu juga… beliau bilang biar dia sediri yang menyampaikannya”
.
.
.
Ke diaman keluarga Xi, Gwangju
12.43 PM
“luhan hyu…” senyum yang mengembang di bibirku beransur-ansur hilang saat melihat kondisinya, tuhan…. Petapa mengenaskannya ia sekarang… aku menutup mulutku dengan kebua tanganku berusaha agar tidak berteriak. Kini… anggota tubuhnya tidaklah lagi utuh… kedua kakinya di amputasi hingga kelutut, tangan kirinya di gips, kepalanya diperban, dan aku juga tidak kaget kenapa dia tidak dirawat dirumah sakit dan malah memilih untuk dirawat dirumahnya sendiri, karena dia benci rumah sakit…
“hyung…”panggilku dengan suara kecil yang hamper berbisik
“se-sehun-ah…. Hun-ah..”dia terihat memandang keseluruh sudut kamar mencari sosokku yang mungkin tidak bisa lagi ia lihat. Tes…. Aku tidak bisa lagi menahan air mataku aku menangis sejadi-jadinya, ku langkahkan kakiku mendekat lalu duduk di salah satu sudut ranjangnya, dia mendekat dan berusaha menyentuh wajahku
“hun-ah uljimayo… aku mohon… berhentilah menangis..”ucap luhan yang juga mulai terisak
“hyung… kenapa kau bisa begini? Hah? Kenapa kau pergi tiba-tiba kenapa? Kembali dengan kondisi separah ini kenapa?? Kenapa kenapa hyung!!”
“mianhae… jeongmal mianhae… naega jalmeothaesseo… aku yang salah, tidak bisa menjaga diriku dengan benar… aku yang salah karena kembali kepadamu dengan kondisi yang tidak sempurna, aku yang salah sampai tidak bisa lagi melihatmu, semua salahku, maaf karena aku tidak bisa mencarimu sediri dan malah berbaring disini… aku merindukanmu hun-ah…”luhan melepaskan pelukannya
“tapi kenapa? Kenapa bisa seperti ini?”
Flashback
Luhan POV
“rapat kita akhiri sampai disini”ucapku menyudahi rapat hari ini
Dret…dret..dret.. handphone ku bergetar menandakan apa pesan masuk, segera kurogoh saku jasku dan melihat siapa yang mengirimkan sms. Hatiku berdegup kencang saat melihat nama yang terpampang di layar hpku ‘baby hun’ segera kubaca pesan singkat yang ia kirim
From : baby hun
Hyung!! Aku sudah sampai di Korea !! bisakah kau menjemputku?
Dia dudah sampai dikorea? Benarkah? Berarti aku akan segera mertemu dengan bayi kecilku?malaikatku? my own miracle?
To : baby hun
Jinjja? Kenapa tidak bilang sebelumnya?? Kan aku bisa menunggumu di sana!!
Kau jahat sekali!!
 
From: baby hun
Mianhaeyo hyung.. aku bermaksud ingin memberikanmu kejutan!!
 
To: baby hun
Cih kejutan! Mana ada orang yang ingin memberikejutan tapi memintaku menjemputmu! Dasar… baiklah tunggu aku disana 1 jam lagi aku sampai
 
From: baby hun
Hehehe… hm arasseo, gomawoyo… akan kutunggu…
 
Dengan cepat kumenuju ruanganku untuk bersiap, ku pakai jas yang sedari tadi kutenteng sengaja tidak kupakai karena cuaca panas sekali.. ku ambil kunci mobilku, kuberalih ketelepon yang ada dimeja kerjaku lalu menekan angka satu untuk menghubungi sekertaris jang “aku akan keluar sebentar jadi jika ada yang mencariku bilang aku ada urusan penting” “baik pak”
Setelah itu aku segera bergegas keparkiran lalu menyalakan mesin saat aku sudah berada didalamnya, siap untuk berangkat….
Author POV
Luhan terlihat sangat bahagia, mengingat sebentar lagi dia akan bertemu dengan sehun, dia mulai menjalankan mobilnya tapi ia lupa untuk memasang sabuk pengaman.
Semua baik-baik saja, sebentar lagi dia akan sampai hanya butuh melewati 2 kali mampumerah lagi maka dia akan sampai…. Dia terlalu bahagia sehingga dia tidak sabar untuk segera bertemu dengan sehun, untuk mempersingkat waktu, ia mempercepat laju mobilnya,ia tidak usah repot-repot berhenti untuk menunggu lampunya sampai berubah menjadi hijau kerena memang saat itu lampunya sudah hijau, tapi dia tidak menyadari ada truk besar dari arah kiri yang memang saat itu mungkin sedang terburu-buru hingga melangkar lampu merah, dan akhirnya truk itu dengan sempurna menyenggol, lebih tepatnya menghantam mobil sport biru milik luhan hingga membuat mobil itu berguling hingga berkali-kali, luhan yang tidak menggunakan sabuk pengaman telah terlempar keluar saat mobilnya berputar untuk yang kedua kalinya.
Darah segar mengalir dari sekujur tubuh luhan, kedua kakinya terkena beberapa pecahan kaca yang ukurannya cukup besar hingga mampu merobek kulit mulus luhan hingga tulangnya yang patah dapat dengan bebas keluar dari permukaan kulitnya yang seputi susu kini berubah warna menjadi merah kehitaman. Tangan kirinya telah berputar 180 detajat kebelakan sehingga memutuskan nadi-nadinya. Kepalanya yang sempat terbentur aspal kerkali-kali karena terhempas mengeluarkan cukup banyak darah. Beberapa tulang rusuknya remuk. Dan matanya terkena beberapa serpihan kaca kecil, sehingga membuatnya tak mampu membuka matanya
Orang-orang mulai mengelilinginya melihatnya dengan tatapan simpatik bercampur rasa jijik, dan tak jarang sebagian dari mereka yang mulai mengeluarkan isi perut mereka karena melihat kondisi luhan yang sangat mengenaskan,mereka muntah..
Semua orang terlihat keget saat tubuh luhan perlahan bergerak meronta-ronta, mulut kecilnya terus saja mengeluarkankan darah, dia hamper saja mati karena mengeluarkan banyak darah, tetapi tuhan berkata lain sedari tadi saat kejadian salah satu dari kerumunan orang itu telah menghubungi 911 dan rumah sakit, jadi setidaknya dia bisa terselamatkan.
Sirine ambulan dan polisi menggema secara hamper bersamaan membuat sedikit kegaduhan, kerumunan itu sedikit membuka bermaksud memberikan jalan kepada polisi maupun perawat mempermudahkan tugasnya
Luhan telah berhasil dinaikkan ketandu, lalu bergegas membawanya ke dalam ambulan untuk mendapatkan perawatan secepatnya
Alat pembantu pernafasan berulang-ulang kali berusaha dipasangkan kearah luhan namun luhan berulang-ulang juga menangkisnya dengan tangan kenannya yang masih utuh “sehun-ah jeongmal mianhae”gumam luhan sebelum akhirnya menutup matanya
Flashback END
Sehun yang telah mendengar semua dari bibir kecil luhan tidak mampu lagi mengeluarkan air matanya, ia terlalu shock saat ini
“hun-ah..’suara lembut itu kembali terdengar, sehun mendongakkan kepalanya untuk menatap mata luhan walaupun ia tidak bisa lagi melihat kehangatan disana tidak bisa lagi melihat tatapan jenaka yang dulu selalu ia sukai
“hun-ah… walau aku tidak bisa lagi melihat wajahmu, tapi aku bahagia masih dapat menyentuh dan berbicara denganmu untuk yang terakhir kalinya… ingatlah aku akan selalu ada untukmu walau kita tidak bisa lagi beriteraksi seperti sekarang ini…”
“hentikan hyung … jangan katakana lagi, aku mohon jangan bicara sepeti itu!! Kau dapat bertaha dan itu membuktikan bahwa kau masih bisa hidup, jangan takut kau akan bisa melihatku lagi hyung, kita akan melakukan transportasi mata… jangan takut tidak bisa melihanku lagi.. aku mohon hyung beratahlah, semua akan baik-baik saja”
“ssssttt… jangan menangis lagi. Sudah terlambat, semua tidak akan baik-baik saja, ayolah sehun.. kau menemuiku hanya untuk menangis dihadapanku?”
“omong kosong!! Kau kan tidak bisa melihatku mana mungkin kau tahu aku menangis atau tidak!!”
“hey anak kecil!! Matamu memang tidak menangis tapi disini…(luhan menyentuh bagian dada kiri sehun) hatimu menangis untukku…”
“hyung….”
“em..”
“akankah ada kehidupan selanjutnya?”tanya sehun polos
“hahaha kenapa? Kau mau hidup bersamaku? Memangnya apa harapanmu?”goda luhan dengan senyum manis yang mengenbang di bibir mungilnya
“ne.. aku ingin di kehidupan selanjutnya kita bersama selamanya…entah tetap ber wujud pria atau berubah menjadi wanita, aku ingin memilikimu dan menjadi milikmu, sesederhana itu”
“hem… semoga…”
Hening…
“hyung… “
“em… ?”
‘jika aku berubah menjadi gadis di kehidupan selanjutnya aku ingin kau mengingat manaku ini ‘oh luna’ mengerti?”
“luna? Kenapa luna?”
“entahlah… tapi bukankah jika menikah margaku akan berubah.. jadi kalau oh luna akan berbah menjadi xi luna bukankah itu kedengarannya keren?”
“oh luna??? Xi luna?? Hehehe tidak terlalu buruk.. baiklah miss luna.. “
“hyung…”
“em..?”
“maaf.. karena aku masuk kekehidupanmu sehing kau yang harus menerima semua ini”
“anniyo… aku bahagia memilikimu di dalam hidupku…” chu~(luhan mengecup lembut kedua mata sehun seperti apa yang biasanya ia lakukan dimasa lalu) “saranghae…”bisik luhan lembut.
“nado…. Saranghae lunie….”balas sehun, luhan tersenyum mendengar jawaban cinta pertama dari sehun untuk yang pertama dan terakhir baginya
“sampai jumpa.. dikehidupan selanjutnya hunie”ucap luhan lalu terjatuh di pelukan sehun
“hem.. tidurlah dengan tenang….”
-10 oktober 2017-
Pemakaman Seoul
08.10 AM
Seorang pria memberi hormat di depan keempat makam, lalu menaruh beberapa borol soju dan beberapa batang rokok didepan makam pertama “appa …. Maaf aku baru bisa datang sekarang karena sibuk mengurus perusahaan appa yang ada di jeju… aku merindukanmu appa…”
Kemudian dia beralih kemakam kedua, dan menaruh bebetapa lollipop dan es cream juga di tempatkan metempat yang sama “sena-ya… oppa kembali!! Bagai mana disana? Apa kau memiliki bangak teman? Oppa sangat merindukanmu!!!”
Dia kembali menarus beberapa batang cokelat dan seikat purple rose kesukaan mantan kekasihnya kai, lalu menaruhnya pada makam ketiga “chagiya!! Aku merindukan mu!! Kenapa akhir-akhir ini kau jarang muncul di mimpiku? aku kan ingin curhat kepadamu!! Dasar jahat!!”
Dan pada makan yang terakhir, dia sempat terhenti sebentar lalu menatap makam itu nanar… tenggelam pada ingatan-ingatan mesalalunya bersama luhan… cinta terindahnya. Dia tidak membawa apa-apa untuk luhan tidak seperti yang lainnya “hyung… aku tidak membawa apa-apa lagi… bukankah aku sudah sering bilang sebagai gantinya aku akan mengucapkan ini ‘saranghae’setiap harinya karena selama bertahun-tahun aku tidak pernah mengatakannya walau aku ingin melakukannya, maka dari itu aku akan menghabiskan sisa hidupku hanya mencintaimu seorang, dan memastikan kau orang terakhir yang menerima kata-kata ini” sehun mendekat kebatu nisan milik luhan laku mengecupnya singkat “saranghaeyo luhan hyung”
“sehun-ah..””oppa””chagiya””hun-ah” sehun menoleh kearah suara itu lalu tersenyum mendapati keempat orang yang sangat ia sayangi itu
“selamat tinggal….”ucap keempat arwah itu
Sehun mengangguk lalu berucap “I love you, so goodbye….” Kemudian bayangan itu menghilang
.
.
.
Pria tampan itu sedang terduduk di bangku taman menikmati musim kesukaannya yaitu musim gugur
Matanya menangkap 2 anak kecil yang sedang bermain dengan gembira, tampa sadar ia tersenyum saat melihat kedua anak ku mendekat kearahnya
“luhan oppa… aku mencintaimu !! tidak bisakah kau menerimaku??”ucap gadis kecil yang sedang mengikuti anak laki-laki tampan itu dari belakang
“mianhae luna-ya… kita masih kecil, lebih baik kita berteman saja dula ya..’jawab anak laki-laki itu lembut sambil tersenyum manis kepada gadis kecil itu
Gadis kecil itu pun mengangguk lalu tersenyum ke arah anak laki-laki itu”tapi izinkan aku mengatakannya setiap hari,dan menghabiskan sisa hidupku hanya mencintaimu seorang, lalu memastikan kau orang terakhir yang menerima kata-kata ini… (gadis itu lalu mendekat) saranghaeyo luhan oppa”gadis itu kembali tersenyum dengan manis saat melihat lawan bicaranya mengangguk
“Luhan??? Luna???”ucap sehun bingung kepada kedua anak itu, sedangakan kedua anak itu hanya menatapnya bingung
-THE END-
Hehehe… gimana? Bagus gak? Aku mau bilang bagian akhirnya itu karanganku… so jangan dianggap serius ok ok~ kkkk
 
Sekali lagi… thanks for read!!
 
Saranghae… geurigo gomawo…. *bow bareng EXO*
 
Annyeong!!! See you next ff muachhhhh :* #plakk

2 thoughts on “I Love You, So Goodbye….

  1. ._____.)(._____. Sedih ih .—. Aaaa luhan luhaannn .—–. Daebakk jjang xD tapi alurnya masih jelasan yg happily ever after, promise you xD tapi ini jg gk kalah keren kok tapi watir ih._. kasian sehunnya.—. Btw sena itu namaku._. xena tepatnya .-. Sempet ngakak ngeliat castnya xena (?) abaikan ini nyahahahaha lanjutkan deh lanjutkan xD aduh maaf kalo menuhin notif (?) kekekeke :3 tetep deh ailofyu aja :3

    • kamu sedih chingu??? jngan sedih yaya?? hehehe
      iya alur’a masih jauh jelas H.E.A.P.U.. jangan ksihan ma sehun… kan dia dah sma miyuki kekekek*plakk
      iya nih chingu.. ternyata ikut ambil peran disini… aku jga mau huhuhuu
      aku jga tetep ailofyutoowkwkwkwkwwk

      thanks dah mampir+komen^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s