Happily Ever After, Promise you… (chapter 2)


 Happily Ever After, Promise you… (chapter 2)

1

Author         :Thalia (kim ki yeon/takara miyuki/shiang chen)

Tittle          : Happily Ever After,Promise you…

Cast           : Xi Luhan (EXO), kwon jimi (you/me/us)

Other cast          : find it by your self

Genre          : sad, romance, life, love life, psychology, drama

Length         : chapter

Note           : Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Warning!! Tulisan italic berarti flashback, miyuki mungkin gak akan tulis keterang flashback atau gak, dan tolong perhatikan tahunnya karena ceritanya berurutan dari masa kecil sampai dewasa, jadi di cermati aja ya… ff ini mungkin akan sulit dimengerti… jadi kalau gak ngerti baca lagi aja, kalau masih gak ngerti nikmati aja tulisan miyuki^^ klo mau di jelasin juga susah… hehehe ff ini dari mimpi miyuki, jadi kalau gak jelas salahin mimpinya miyuki aja ok^^

Mungkin nanti akan ada cuplikan lyrich lagu, jadi jangan kaget kalau merasa familiar dengan lyrichnya. Jimi sengaja buat potongan lyrich itu ceritanya ciptaan main cast, tapi jangan kaget namanya aja ff semua hanya fiktif belaka bukan? Tapi tenang aja nanti miyuki kasih keterangan pemilik lagunya kok… jadi nanti jangan tanya lagi siapa penyanyi atau pencipta dari potongan lyrich tersebut.

Langsung aja chap 2 let’s………

Cekidot>>> wow!!!

-Chap sebelumnya-

“op-ppah… oppa… kau d-dimana?” panggilnya kian takut. Ia takut kehilangan sosok itu. Takut sangat takut. Oppa? Oppa? Oppa? Ia terus menyerukannya. Mencarinya berkeliling sehingga kembali kepohon besar itu. Siapa tahu dia bersembunyi disana… siapa tahu.

“oppa~ apa kau disana?”ia terus mencari. Matanya memerah. Hatinya memanas… kemana sosok itu?

“kyaaa!!!”

-Kelanjutan chap-

 

“kyaaa!!!”pekiknya saat kedua tangan memeluknya dari belakang. “oppa!!!”histerisnya dan langsung memeluk luhan erat. Luhan sedikit tersentak kaget. Kenapa jimi? Tadi ia hanya bersembunyi untuk mengerjainya? Karena tak kunjung menangkapnya. Apa ini sudah kelewatan?. Sweter putihnya perlahan basah. Airmata hangat jimi menggenanginya. Perasaan bersalah itu bertambah, ia takut. Jimi akan terluka karena kelakuannya yang berlebihan.”j-ji-jimi-ya… kau kenapa?”tanya luhan perlahan dengan berusaha untuk melepaskan pelukannya agar dapat melihat parasnya. “oppa~ aku takut~”gumam jimi bergetar. “shht… oppa disini. tidak ada yang perlu ditakuti… shht”luhan berusaha menenangkannya dengan mengusap-ngusap puncak kepalanya lembut. “maaf…”sambungnya dengan penuh penyesalan. Jimi hanya mengangguk. “kukira kau benar-benar pergi…”racau jimi kembali.

Luhan tak kuasa melihat jimi seperti ini kemudian menuntunnya berbaring di atas ilalang yang berjatuhan. Mereka berbaring dengan posisi berpelukan. Menyalurkan kehangatan masing-masing. Detak jantung luhan dapat dengan jelas terdengar oleh jimi begitu juga luhan yang mendengar jelas detak jantung jimi. Tenang dan beraturan… sangat nyaman.

Jimi kemudian menatap langit. Ia sudah kembali tenang, kemudian berusaha menebak bentuk awan yang ia lihat. Luhan hanya tersenyum melihat tingkah jimi yang masih kekanak-kanakan. Tunggu bukankah dia memang masih anak-anak? Ia baru saja menginjak 12 tahun!

“eo! oppa coba lihat itu! Awan itu berbentuk kelinci! Oh! Yang itu hati! Dan… lihat-lihat yang itu seperti istana hahaha indah sekali! Yakan oppa? Kalau kau, apa yang kau lihat? Awan berbentuk apa?” luhan hanya menanggapinya dengan tatapan lembut lalu berkata “aku melihatmu!”ucapnya tegas. Jimi tertegun kemudian perlahan menghadapkan pandangan kearah luhan. Dan benar saja saat ini luhan tidak melihat ke awan melainkan dirinya. “oppa!! Aku menyuruhmu melihat ke awan bukan aku!”gerutu jimi sebal. “aku tidak berminat! Tidak ada yang lebih indah melebihi dirimu jimi-ya!”aku luhan tak kuasa.

Jimi berdehem kemudian terduduk. “oppa kau tunggu disini! aku mau mengambil alat lukisku”ucap jimi kemudian berlalu. Luhan hanya menurut dan mengamati setiap geraknya. Jimi kembali dengan segala yang ia butuhkan untuk melukis, menatanya dan kemudian meminta luhan untuk menjadi model lukisnya. Luhan mengangguk kemudian menutup mata seperti apa yang diperintahkan jimi. Cukup lama untuknya agar dapat melukis malaikat itu dengan indah.

saat ia menyelesaikan hasil lukisnya. Jimi malah menemukan luhan yang tertidur dengan Dengkuran lembut yang menggelitik indra pendengarannya. Jimi menaruh peralatannya kemudian focus menatap luhan yang terlelap. sangat polos… bahkan ketampanannya bertambah 1000% Sangat! Amat ! bahkan melebihi dosis tampan. Ia bahagia karena bisa mendengar detak jantung itu dan dengkuran itu. Membuatnya sadar bahwa luhan ada, dan akan selalu ada, disana untuknya.

Tak terasa jimi hanya menatapnya hingga fajar mulai menyingsing. Jimi mencoba membangunkan sosok sempurnanya itu. Namun tiba-tiba luhan menariknya kedalam pelukannya. Pelukannya yang hangat dan nyaman. “biarkan aku memelukmu lima menit saja… setelah itu aku akan mengantarmu pulang”ujar luhan sembari mengeratkan pelukannya di tubuh mungil jimi. Dan jimi… dengan senang hati mengikuti apa yang luhan inginkan. ‘Aku milikmu oppa’ batin jimi ternyata. Hari yang panjang, karena kau ada disini bersamaku.

.

.

.

China 2006>>>

Kedua malaikat itu hanya duduk bersama di bawah teduhnya pohon besar itu. Mereka sama-sama terlarut dalam khayalnya masing-masing.

“oppa~”seru jimi. “hem…”jawab luhan kemudian menatapnya hangat.

“apa cita-citamu?”tanyanya lagi. “memilikimu seumur hidupku!”ujar luhan jenaka. “oppa! Aku serius!”jimi kemudian menatapnya sebal. Sadar dengan tatapan jimi, luhan hanya tersenyum kemudian menarik jimi ke dalam pelukkannya.

“itu cita-citaku yang paling berharga”lanjutnya. Jimi tak kuasa menahan senyumnya yang kian melebar. Luhan kemudian mengeratkan pelukannya. Sehingga posisi mereka kini -jimi terduduk di atas pangkuan luhan yang memeluknya erat-. “lalu bagaimana denganmu? Kau sendiri… apa cita-citamu?” tanya luhan dan menaruh dagunya di atas pundak jimi yang nyaman. “aku ingin menjadi penyanyi! Sama seperti apa yang kau cita-citakan sewaktu kecil” jujur jimi. “ kenapa? Kenapa harus penyanyi?”tanya luhan penasaran dengan alisnya yang mengkerut tajam. “agar kita bisa tetap bersama”jawab jimi tenang lalu kembali tersenyum untuk sang malaikat tanpa sayapnya. “kalau begitu cobalah bernyanyi untukku”pinta luhan. “apa kau serius oppa? kau benar-benar ingin mendengar suaraku?” Jimi bertanya apa luhan yakin ingin mendengarnya bernyanyi. Pasalnya … bukankah luhan sering mendengarnya bersenanbung.

Luhan tersenyum dan mengangguk yakin. Jimi pun menyerah lalu “baiklah. Kalau begitu… lagu apa yang sedang kau ingin dengar?”tanya’nya lagu apa yang ingin di dengarnya. “Apa saja!” Jawab luhan

Jimi berehem untuk menemukan nadanya. Luhan tersenyum gemas melihat tingkah kekanakan gadis kecilnya yang sekarang tak lagi berada di pangkuannya.

I have die everyday waiting for you

Darling don’t be afraid

I have loved you for a thousand years

I’ll love you for a thousand more…

(Christina perri-a thousand years)

 

Tiba-tiba luhan menyuruh jimi menghentikan nyanyiannya bukan karena tidak suka… ia sangat menyukai suara merdunya. Hanya saja luhan bingung bahwasanya dari mana jimi mengetahui lagu itu? Kemudian luhan menanyakan tentang hal itu. Sekedar memastikan kalau mungkin ia membocorkan tentang lagu itu. Jimi kemudian tersenyum dan menjawab “aku hanya mendengarkannya saat kau menyanyikan lagu itu ketika menungguku di sini” luhan tertegun tak percaya bagaimana bisa jimi menghafalkannya dalam kurung waktu yang terbulang sangat singkat? Mustahil… mustahil kalau memang dia manusia biasa dan bukan malaikat atau sejenisnya.

Jimi bertanya, “apa lagu itu oppa ciptakan untukku?” Tapi luhan hanya tertawa lalu berkata “lihatlah gadisku ini! Percaya diri sekali! Hahahaha”jenaka luhan kemudian mengacak lembut rambut lurus nan lembut milik jimi. “ayolah akui saja!” rajuk jimi manja. kemudian menata kembali rambutnya yang berantakkan akibat ulah luhan jail. Membuat luhan semakin mencintai sosok gadis manis didepannya itu. “baiklah… aku akui lagu itu aku ciptakan untukmu. Tak kusangka secepat itu sampai ke kupingmu. Padahal targetku hari ini!” ujar luhan berpura-pura kesal dengan misterius.

kening jimi menyernyit bingung “maksudmu oppa?” tanyanya mendesak. “em… (luhan membenarkan posisinya kemudian berlutut dihadapan gadisnya) happy birthday my lovely angel. Aku akan selalu memcintaimu apapun yang terjadi. To be happily ever after, promise you”ucap luhan kemudian. Jimi tersenyum bahagia melihat luhan berkata seperti itu. Bahkan ia lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Luhan kemudian merengkuh tubuh itu lagi.

Jimi mendongakkan kepalanya untuk menatap manik mata yang selalu membuatnya gila akan candu itu. Kembali bergumam “lagu itu benar-benar indah oppa…”disela senyum yang mengembang dan hangatnya pelukan yang kian menjalar. “terimakasih”luhan membalas tatapan jimi dan tersenyum manis.

“lagu itu benar-benar cocok untuk mendeskripsikan kisah kita. Lagu yang bercerita tentang, dua sejoli yang tetap akan saling mencintai ratusan tahun lamanya bahakan rela menunggu dan tetap mencintai walau ratusan tahun itu telah berganti menjadi ribuan bahkan jutaan tahu lamanya.” Jimi yang bertingkah sok tahu itu menatap luhan penuh percaya diri. Luhan tersenyum, walau senyum itu terkesan dipaksakan dan mengangguk. Luhan tak akan pernah mengatakan pada malaikat itu apa maksud dari lagu itu yang sebenarnya, tak akan!. Biarkan dia berpikir seperti itu. Izinkan ia menjadi egois dan tak jujur untuk kali ini. Sejujurnya lagu itu bukan untuk hadiah jimi, melainkan untuk sesuatu yang lebih fatal. Atau mungkin sudah fatal? Ia menyesal pernah menciptakan lagu itu. Menyesal! Sangat-sangat menyesal.

“oppa!!” jimi mengagetkan luhan yang tengah asik menerawang. Luhan yang tersentak dengan cepat mengeratkan pelukannya “jangan!!!”ucapnya berteriak ketakutan. Teriakkan itu cukup membuat jimi gemetar ketakutan. Ia bingung ada apa dengan luhan yang berubah derastis. “oppa~”gumamnya sekali lagi yang lebih lembut “oppa kau kenapa?”tangannya mulai merengkuh wajah tampan luhan dan menatapnya dalam. Luhan yang terpejam, kembali membuka matanya yang tertutup kuat ketakutan. ‘Ada apa dengannya?’ Batin jimi bertanya. “jangan pergi”ucap luhan dengan nada penuh ketakutan lalu menepis tangan jimi dan kembali memeluknya erat. “op-p oppah ak- aku nggak bi-bisa naf-fas”jimi tercekat.

Luhan kembali tersadar… tadi hanya hayalannya saja. hanya hayalan! Luhan boleh kembali bernafas lega. Jimi, tidak meninggalkannya, belum… setidaknya lagu itu belum bereaksi.

“maaf”ucapnya menyesal dan perlaha melepas pelukan itu. “aku benar-benar minta maaf”ujarnya lagi. “tak apa… kau membuatku takut oppa…”jimi tak berusaha bertanya lebih lanjut, ia tahu hal apapun itu pasti mimpi buruknya-luhan- hingga telah membuat luhan ketakutan hingga setengah mati seperti tadi. “aku tidak mempermasalahkannya (jimi kembali memeluknya) oppa… kumohon nyanyikan aku lagu tadi”pinta jimi lembut.

DEG! DEG!!

Haruskah? Haruskah aku melakukannya? Haruskan aku menyanyikan lagu terkutuk itu? *just fiction!!!* apa harus aku melakukannya? Batik luhan bergelut. Ia takut… sangat takut. “oppa”manjaan jimi terdengar kembali. “baiklah”alah luhan. Ia menyerah. Apapun yang akan terjadi, ia akan berserah diri kepada takdir. Ia tak cukup kuat untuk melawan malaikatnya. Luhan mengeratkan pelukannya kemudian mulai bernyanyi.

Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer

 

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

 

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What’s standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer

 

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

Tes… air mata luhan terjatuh saat ai telah menyelesaikan setengah lagunya. Air matanya terjatuh. Entah bagaimana, tapi tak dapat ia pungkiri! Ia tak siap kehilangan sosok malaikatnya itu. Ia takut, sangat takut. Air matanya kian deras bersama suaranya yang tercekat. Luhan terus memeluknya. Hingga hujan turun deras mencampuri air matanya yang hangat. Ternyata langitpun dapat merasakan kesedihan yang menghantuinya saat ini. “Tuhan… kumohon selamatkan malaikatku” batinnya

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

One step closer
One step closer

 

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

 

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

“aku mencintaimu jimi-ya…”bisiknya lembut samping telinga kecil jimi diakhir lagu. Di temani angin yang bertiup kencang, hujan yang menusuk semakin deras, dan tangisannya yang kian menggema. Namun jimi tak menyadarinya. Bahkan merasakan angin, hujan dan air mata pun tidak. Hanya suara lembut memilik luhan yang terdengar. Jadi… semua itu hanya luhan yang dapat merasakannya?

 

-TBC-
(guys… pada bingung ya? Miyuki juga *plakk* maksud luhan bilang lagu itu lagu terkutuk nanti kalian jga tahu apa yang miyuki maksud. Jadi tetep setia sama miyuki yo… hohohoho)

Hi guys~ gimana chap 2’a? seru? Membosankan? Ato gk menarik? Kali ini kependekan y? Hahahaha mian mian … miyuki emank gk bakat jdi penulis… jangan lupa RCL ok;) sisipkan jga y deskripsi tentang ff q… hahahaha love u all! See ya in next chap bye… *bow with all member of aur prince EXO

7 thoughts on “Happily Ever After, Promise you… (chapter 2)

  1. Pingback: aku terus mengharap dan mencari HidayahMU | misszitaontheblog ♥ s z mohd™ ♥

  2. Pingback: sesungguhnya aku tidak memiliki apa-apa… | misszitaontheblog ♥ s z mohd™ ♥

  3. Pingback: tips agar semangat kerja | aannurefendi

    • benarkah??? wah… bisa ajahhh hehehehehe penasaran ya? hahaha q jga. sorry mungkin akan lama. q lagi terjangkit Writer’s Block >< tpi q usahain deh hehehe selamat menunggu.

      thanks dah mampir + komen^^

  4. Pingback: Tradisi Minum Kopi di Ethiopia | s-Neo's Web

  5. Pingback: CERITA SEX DEWASA – Liburan Kepalembang | New Software Gratis Full Patch Gratis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s